Konsep Content Company Profile

Konsep Content Company Profile


Company profile (Profil perusahaan) adalah laporan yang memberikan gambaran tentang sejarah, status saat ini, dan tujuan masa depan sebuah bisnis. Sebuah profil perusahaan bisnis dapat sesingkat satu halaman, atau mengandung data yang cukup untuk mengisi beberapa halaman.

Untuk jenis website company profile ini tujuan utamanya adalah memperkenalkan kepada public informasi tentang company tersebut berkaitan dengan: Nama perusahaan, Tag Line dan Logo.

Menu-menu dalam company profile adalah:
A. Home
B. About US
C. Product/Services
D. Contact Us
E. Client/Project List/Portfolio (optional)
F. News/Articles (optional)
G. Search (optional)

A. Home
Berisi informasi yang akan ditonjolkan kepada pengunjung.
- Nama bisnis, tagline, logo biasanya ditonjolkan dalam halaman home
- Juga ditampilkan beberapa product/service pilihan
- Welcome yang berisi perkenalan singkat company
- Alamat perusahaan, usahakan
- Beberapa news/article pilihan, ini untuk company yang banyak aktivitas atau yang rajin menulis artikel. Apa yang akan ditampilkan di dalam home ini harus diputuskan saat meeting pertama

B. About Us
Berisi perkenalan perusahaan
Isinya:
- Latar belakang
- Visi Misi
- Nama bisnis, tagline dan logo
- Sejarah perusahaan
- Bisnis yang digeluti

Tergantung banyaknya data, menu About Us ini bisa terdiri satu atau banyak halaman.
Jika datanya banyak menu About Us dibagi menjadi sub menu-sub menu.

C. Product/Services
Halaman pertama berisi perkenalan seluruh product/services.
Halaman berikutnya berisi detail dari setiap product/services

D. Contact Us
Berisi Form supaya calaon customer mudah menhubungi anda.
Pastikan ada detail perusahaan anda seperti alamat, no telepon, fax, email.
Bagus lagi kalau ada peta.

E. Daftar Client atau Project List
Untuk menunjukkan kompetensi anda di produk atau jasa yang anda tawarkan.

F. Articles/News
Bagi perusahaan yang aktif, informasi ini bagus ditampilkan untuk memberi kenyamanan kepada calon pelanggan anda bahwa perusahaan anda adalah perusahaan yang sedang aktif. Cantumkan juga tanggal update untuk lebih meningkatkan citra perusahaan anda

G. Search
Supaya pengunjung mudah menemukan informasi tertentu yang ia cari

COVER MAJALAH

A. PENGERTIAN
    
Majalah (bahasa Inggris: magazine, periodical, glossies atau serials) adalah penerbitan yang dicetak menggunakan tinta pada kertas, diterbitkan berkala, misalnya mingguan, dwimingguan, atau bulanan. Majalah berisi bermacam-macam artikel dalam subyek yang bervariasi, yang ditujukan kepada masyarakat umum dan ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti oleh banyak orang. Biasanya, majalah didanai oleh iklan, harga penjualan, biaya berlangganan yang dibayar di awal, atau ketiganya.[1]
Publikasi akademis yang menulis artikel padat ilmu disebut jurnal ilmiah.

B. LATAR BELAKANG

Kegairahan dunia penerbit yang dapat dilihat dari menjamurnya para penerbit alternatif merupakan fenomena tersendiri yang salain berkaitan erat dengan desain grafis juga berkaitan dengan banyak faktor lain, diantaranya adalah maraknya kajian - kajian budaya. Munculnya gerakan seni rupa ini kontenporer dan sulitnya menembus penerbit besar bagi para penulis. Kegairahan ini dapat dilihat dari berdirinya penerbit Bentang di Yogyakarta. Beberapa penulis yang terlibat.
 Cover buku telah menjadi media yang elit. Elit dalam konteks ini adalah media yang cukup populer untuk diterjuni, digiati, dan sempat marak di medi massa jika diamati, cover buku memiliki penambahan fungsi, awal adalah sebagai media identitas penerbit, media komunikasi isi buku, media pelindung buku, dan media kenang - kenangan. Setelah muncul fenomena penerbit alternatif cover buku menjadi media/ruang berinterprestasi. Orang mengatakan bahwa dalam merancang cover buku, ia mengibaratkan diri sebagai seseorang yang merancang kata pengantar sebuah buku dalam kaidah - kaidah bahasa rupa. Dalam posisi itu desainer cover buku adalah seorang insterprener, seorang yang menafsir, memaknai dan mengkomunikasikan isi buku dengan media komunikasi visual yaitu cover buku.

C. MAKSUD DAN TUJUAN

Memberikan informasi yang lebih detail tentang cover buku, majalah atau tabloid

D. ALAT DAN BAHAN

    1. Kamera
    2. Laptop atau komputer
    3. Aplikasi inkscape
    4. Aplikasi gimp
    5. Foto atau Gambar.

E. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

Untuk pengambilan gambar memerlukan waktu 2 jam karena terkendala dengan alat dan belum begitu memahami tentang fotografi. Untuk pengeditan memerlukan waktu kurang lebih 5 jam karena foto yang dihasilakn tidak terlalu memuaskan sehingga memerlukan pengeditan yang banyak agar bida digunakan untuk pembuatan cover majalah atau buku.

Tips Cara Merawat Kamera dan Lensa Agar Lebih Awet

Tips Cara Merawat Kamera dan Lensa Agar Lebih Awet






Kamera digital seperti halnya barang elektronik konsumen lainnya, membutuhkan perawatan ekstra. Mereka memiliki komponen sensitif yang mudah rusak kalau kita ceroboh memegangnya. Berikut beberapa hal praktis agar kamera dan lensa anda lebih awet:

A.TAHAPAN PELAKSANAAN

1.Jauhkan mereka dari air dan basah. Air bisa menimbulkan kelembaban didalam internal kamera dan bisa membuat komponen internal rusak. Kamera weather sealed juga bukan berarti anda bisa memasukannya ke air.

2.Batere lithium-ion biasanya bertahan dalam 500 kali siklus recharge sebelum kerjanya mulai menyusut, kalau memang sudah waktunya jangan kaget kalau memang minta ganti. Buang sampah batere ditempat khusus (meskipun pengelolaan sampah kita tidak pernah memisahkan jenis limbah apapaun).

3.Selalu jaga kebersihan lensa. Saat membersihkan lensa, jangan langsung semprotkan cairan pembersih ke lensa, semprotkan dulu ke lap microfiber sedikit saja lalu baru usapkan lap microfiber tersebut ke lensa.

4.Matikan kamera sebelum mengeluarkan batere atau memory card dan saat anda mencolokkan ke komputer, kamera memiliki komputer didalamnya dan bisa jadi tidak tahan terhadap perubahan arus listrik secara mendadak.

5.Strap kamera ada agar kamera anda tidak gampang jatuh dengan tidak sengaja, kalau memang merasa tidak nyaman memakai strap bawaan, belilah yang lebih nyaman.

6.Kandungan garam dilaut bersifat korosif bagi komponen logam yang ada di dalam kamera maupun lensa sehingga berpotensi menghasilkan karat. Setelah memotret di dekat laut, bersihkan kamera dengan lap yang sedikit dibasahi untuk menghilangkan sisa garam yang menempel di kamera, sedikit saja jangan terlalu banyak. Setelah itu lap lagi dengan lap hingga benar-benar kering.

7.kalau memang terdeteksi ada, gunakan blower. Jika blower tidak bisa menghilangkan debu, bawa ke service center.

8.Simpan kamera di tempat yang kering dan tidak terkena cahaya matahari langsung. Kalau memang ada budget, beli dry box atau dry cabinet sehingga kita bisa mengontrol tingkat kelembaban. Alternatif murah adalah memakai silica gel.

9.Untuk mencegah pengkabutan, masukkan lensa ke dalam kantong plastik Zipper Bag yang biasanya digunakan untuk menyimpan sayuran ke dalam kulkas.

 B.KESIMPULAN

     Cara merawat dan membersihkan kamera agar lebih awet

C.REFERENSI
  http://belfot.com/11-tips-merawat-kamera-lensa-awet/

Cara Belajar Fotografi Untuk Pemula


 CARA BELAJAR FOTOGRAFI UNTUK PEMULA



1. Jangan membeli peralatan yang mahal.
Pada saat pertama kali ingin belajar fotografi, ada baiknya jangan langsung membeli peralatan yang serba mahal. Banyak pilihan kamera digital atau mungkin kamera DSLR yang ditujukan untuk pemula. Selain itu, kalau ingin lebih murah, Plimbi juga bisa memilih untuk membeli kamera bekas.

2. Pertimbangkan untuk membeli tripod.
Peralatan yang satu ini memang tidak wajib. Namun tripod menjadi sangat dibutuhkan terutama bagi mereka yang punya tangan sering gemeteran.

3. Selalu membawa kamera.
Hal ini sangat penting pada saat belajar fotografi untuk pemula. Momen bagus dan bagus tidak datang secara terus menerus. Dan untuk berjaga-jaga, Plimbi bisa selalu membawa kamera kalau-kalau ada momen yang bagus untuk diabadikan.

4. Jangan anggap subyek yang terlihat biasa-biasa saja.
Sebuah benda jika dilihat dengan mata biasa mungkin terkesan biasa saja. Namun kalau Plimbi mempunyai trik-trik tertentu, sebuah subyek foto yang biasa bisa menghasilkan foto yang luar biasa.

5. Nikmati proses belajar.
Belajar fotografi untuk pemula mungkin bakal terlihat membosankan. Namun Plimbi harus melakukan hal tersebut dengan menyenangkan. Triknya, temukan obyek fotografi yang berbeda-beda. Jadi, proses belajar tidak akan terasa membosankan dengan obyek yang itu-itu saja.


6. Manfaatkan sumber-sumber informasi belajar yang bisa didapatkan dengan gratis.
Di zaman yang serba online seperti saat ini, banyak bertebaran informasi tentang cara belajar fotografi. Tak hanya itu, belajar langsung kepada teman yang sudah ahli pun harus dilakukan.

7. Melakukan eksperimen dengan pengaturan di kamera.
Ada yang bilang learning by doing adalah proses belajar yang sangat efektif. Tips tersebut pun bisa dilaksanakan pada saat belajar fotografi untuk pemula. Misalnya, pada saat menggunakan kamera DSLR, Plimbi bisa bereksperimen melakukan pengaturan speed manual, ISO secara manual, fokus manual dan lain-lain.

8. Belajar teknik-teknik dasar dalam fotografi.
setelah banyak membaca dari situs di internet atau belajar langsung dari seorang ahli, maka Plimbi bisa secara langsung mencobanya. Bersikap terbuka terutama pada saat mendapatkan saran dari orang lain juga sangat disarankan.

9. Jepret foto secara reguler.
Semua orang bisa menjadi ahli karena sudah biasa melakukannya. Pun halnya dalam hal fotografi. Plimbi pun bisa menjadi seorang ahli jika serang melakukan pemotretan. Jangan batasi diri.

10. Bebaskan dirimu untuk bereksperimen.
Dengan sebua kamera digital, maka Plimbi bisa bereksperimen secara gratis. Berbeda jika dilakukan dengan menggunakan kamera yang menggunakan film seperti zaman dulu.

Macam-macam Genre atau Jenis Fotografi

1. Journalism Photography (Foto Jurnalis)

Salah satu fotografi yang paling penting, sifatnya lebih mengedepankan informatif daripada entertaintment, dimuat di media massa dan berisi visual yang faktual. Foto jurnalis sederhananya adalah sebuah foto yang sifatnya fakta, mengandung peristiwa dan juga dimuat di media massa, merupakan sebuah foto jurnalistik.
Contoh Journalism Photography

2. Fashion Photography (Foto Fashion)
Fashion Photography merupakan jenis fotografi yang dibuat untuk memasarkan sebuah produk fashion. Sifatnya merupakan iklan namun dengan pendekatan fotografi. Biasanya memakai model yang representatif dari produk fashion tersebut. Saat ini fashion photography berkembang sangat pesat, ini dikarenakan fashion sendiri sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Selain itu, banyak sekali majalah fashion yang bermunculan.
Contoh Fashion Photography

3. Potrait Photography

Potrait Photography adalah cikal bakal dari photo studio yang biasa kita lakukan ketika ingin membuat sebuah pas poto. Potrait Photography adalah sebuah jenis fotografi yang mengedepankan emosi, karakter, dan juga mood dari objek yang kita foto. Objek dalam Potrait Photography sendiri tidak hanya manusia, hewan pun bisa saja.
Contoh Potrait Photography dengan mengedapankan mood

4. Wedding Photography
Ini merupakan genre baru yang sempat menjadi perdebatan para wacana fotografi kotemporer. Ada yang bilang, Wedding Photography adalah perpaduan daripada fine art fotografi, jurnalistik, dan juga fashion. Namun ada beberapa juga yang mengatakan Wedding Photography bukan sebuah genre, ia hanya merupakan sebuah brand.
Contoh Wedding Photograph

5. Product Photography (Foto Produk)
Secara sederhana foto produk adalah sebuah foto yang fungsinya untuk mengiklankan sebuah produk tertentu. Karena itu photographer harus paham ilmu komunikasi dan juga pemasaran ketika ingin memvisualkan produk tersebut lewat media fotografi. Jenis foto produk bisa sangat banyak, seperti makanan, minuman, elektronik, dan lain-lain.
Contoh Foto Produk Sepatu

6. Action Photography
Action Photography biasanya dilakukan pada fotografi olahraga, mengambil objek-objek yang bergerak cepat dan fotografi jenis ini digolongkan pada fotografi yang paling menarik dari fotografi. Seperti halnya tindakan seorang fotografer olahraga yang baik harus tahu objeknya cukup baik untuk mengatisipasi kapan harus mengambil gambar. Aturan yang sama berlaku untuk fotografer yang mengambil gambar aksi hewan dialam atau pesawat lepas landas.
Contoh Action Photography dengan objek orang meloncat

7. Macro Photography

Macro Photography menggambarkan bidang fotografi dimana gambar diambil dari jarak dekat. Setelah dibatasi untuk fotografer dengan peralatan canggih dan mahal, Macro Photography sekarang lebih mudah bagi amatir untuk berlatih dengan kamera digital dengan pengaturan macro. Objek bisa berupa serangga, bunga, tekstur tenunan sweeter atau benda yang mengungkapkan detail yang menarik.
Contoh Macro Photography dengan objek serangga

8. Aerial Photography

Aerial Photography atau Fotografi Udara biasa digunakan untuk keperluan pemetaan, survei, pengukuran tata ruang, atau untuk tujuan militer. Fotografer menggunakan pesawat, ultralights, parasut, atau drone untuk mengambil gambar dari udara.
Contoh Aerial Photography

9. Underwater Photography

Underwater Photography biasanya digunakan oleh penyelam scuba atau perenang snorkel. Namun, biaya scuba diving ditambah dengan peralatan fotografi sering mahal dan berat dibawah air, membuat ini menjadi salah satu kekurangan umum pada Underwater Photography.
Contoh Underwater Photography

Cara Yang Benar Menekan Tombol Shutter

Cara Yang Benar Menekan Tombol Shutter



Tombol shutter adalah tombol yang Anda pencet ketika memotret. Bagi yang pertama kali menggunakan kamera biasanya belum tahu cara menekan tombol ini dengan benar. Nah! Kalau memang Anda masih pemula sebaiknya simak artikel ini sampai selesai. Tapi bila Anda seorang yang "pro" mungkin tutorial ini bukan kelas Anda. hehe..

Ada aturan dan tata cara yang diberlakukan untuk menekan tombol shutter pada kamera. Dan saya akan memberikan petunjuk penggunaannya dalam dua metode.


A. Menekan Tombol Shutter Dengan Auto Focus (AF)


  1. Siapkan kamera Anda dan nyalakan sekarang. Cari tombol fokus pada lensa kamera Anda. Tombol ini terdiri dari dua mode yaitu Auto Focus (AF) dan Manual Focus (MF). Kalau sudah ketemu maka aktifkan ke mode AF. 
  2. Arahkan kamera pada salah satu objek di sekitar Anda (terserah objeknya apa). 
  3. Tekan separuh tombol shutter (perhatikan gambar di atas) dan tahan dalam posisi itu (tapi jangan tekan penuh ya). Fokus akan bekerja secara automatis untuk mengunci objek. 
  4. Perhatikan layar viewfinder Anda, ketika objek terkunci maka ditandai dengan kedipan warna merah pada titik fokus. Kalau Anda melihat titik fokusnya memberi isyarat kedipan warna merah maka berarti objek telah terkunci alias sudah fokus. 
  5. Selanjutnya tekan penuh / full tombol shutter dan tralaa... Kamera melakukan pengambilan gambar. Perhatikan hasil foto Anda, kalau belum fokus maka ulangi lagi cara di atas sampai Anda bisa, lalu silahkan Anda melangkah ke metode kedua.

B. Menekan Tombol Shutter Dengan Manual Focus (MF)


  1. Ubah kembali tombol fokus ke mode MF. Lupa caranya? Baca kembali cara pertama di atas.
  2. Arahkan kamera untuk membidik salah satu objek di sekitar Anda.
  3. Sama seperti sebelumnya, tekan separuh tombol shutter dan tahan pada posisi itu.
  4. Karena ini manual focus maka untuk mengunci objek Anda harus melakukannya dengan cara manual. Putar ring fokusnya (ringnya ada di body lensa). Putar ke kiri atau ke kanan, terserah Anda. Karena saya tidak tahu jenis kamera apa yang Anda gunakan.
  5. Putar perlahan sampai ketemu titik fokusnya. Sama seperti cara di atas, akan ada isyarat kedipan warna merah di layar viewfinder.
  6. Kalau sudah terkunci objeknya, maka tekan penuh tombol shutter untuk mengambil gambar.
  7.  Ulangi terus cara di atas sampai Anda bisa.

Istilah-Istilah Penting Dalam Fotografi

Istilah-Istilah Penting Dalam Fotografi


PENGERTIAN 
fotografi adalah proses melukis dengan menggunakan media cahaya



LATAR BELAKANG
kini fotografi telah menjadi bagian tak terelakan dalam kehidupan manusia diseluruh dunia,bahkan orang awam dapat berhadapan dengan seribu hasil fotografi setiap harinya.diberbagai media massa sampai pinggir pinggir jalan kita bisa menemui banyak media promosi yang mengandung pesan. 


MAKSUD DAN TUJUAN 
Agar kita dapat mengetahui dan menambah wawasan tentang istilah istilah dalam fotografi bukan hanya mengetahui tentang teknik pengambilan gambar,tehnik pencahayaan,segitiga eksposure dan lain sebagainya

JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
sesuai dengan materi yang dipelajari dan tingkat pemahamanya terhadap materi yang dipelajari


Fotografi juga bidang ilmu seni yang dipenuhi banyak istilah dalam urusan teknik, kondisi, pengaturan, dll. Anda mungkin saja akan dianggap gaptek bila tidak memahami obrolan teman yang menyebutkan salah satu istilah dalam fotografi.

Bukan hanya karena alasan gaptek, tapi memahami banyak istilah dalam fotografi juga sangat membantu kita untuk merencanakan konsep pemotretan bersama tim, menganalisa foto, dan tentunya akan menjadikan Anda sebagai fotografer yang berpengalaman dan berilmu.

Berikut istilah-istilah dalam fotografi yang sangat penting untuk Anda ketahui:


  • A : pada kamera Nikon, simbol A terdapat pada mode pemotretan (atau disebut juga exposure mode) yang merupakan singkatan dari "Aperture Priority".
  • AF : singkatan dari autofocus, yaitu cara kerja fokus otomatis pada lensa kamera..
  • AL servo AF : saran pilihan autofocus yang digunakan untuk memotret objek2 bergerak. Pilihan yang efektif untuk pemotretan olahraga.
  • Angle of view : Sudut pandang atau sudut pemotretan. Cara melihat dan mengambil objek yang akan difoto.
  • Aperture / Diafragma : yaitu lubang tempat cahaya masuk kedalam kamera dari lensa keatas film.
  • Aperture priority auto exposure (A) : pencahayaan otomatis prioritas bukaan diafragma. Jika bukaan diafragma disetel terlebih dahaulu, kecepatan rana akan bekerja otomatis.
  • Artificial light : cahaya buatan manusia yang digunakan untuk memotret misalnya lampu kilat, api, dll.
  • Auto Program Programed Auto (P) : fasilitas otomatis untuk memilih pencahayaan terprogram secara normal dan high speed(kecepatan tinggi), tergantung pada pemakaian panjang-pendek fokus lensa.
  • Auto winder : motor yang berguna untuk memajukan film secara otomatis dan cepat tanpa harus dikokang atawa diengkol terlebih dahulu. Sering digunakan oleh pemotret olahraga atawa yang mengutamakan objek-objek bergerak cepat.
  • Back light : Cahaya dari belakang, yaitu cahaya yang berasal dari belakang objek. Arah cahaya ini berlawanan dengan posisi kamera. Secara umum efek yang dihasilkan dapat menciptakan siluet; objek foto dikelilingi “rim light” atau cahya yang ada disekitar objek. Efek cahaya ini bisa merugikan pemotret sebab bila mengenai lensa akan menimbulkan flare.
  • Bayonet : Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk melakukan penggantian lensa.
  • Fotografi Birds eye view : Sudut pandang dalam pemotretan yang mirip dengan apa yang diliat seekor burung yang sedang terbang.
  • Blitz : Lampu kilat atau flashgun. Alat ini merupakan cahaya buatan yang berfungsi menggantikan peran cahya matahari dalam pemotretan. Untuk menangkap kilatannya diperlukan suatu kecepatan tertentu yang telah disesuaikan (disinkronkan) dengan kamera. Cahaya blitz umumnya bisa ditangkap dengan kecepatan kamera 1/60 detik.
  • Blur : Kekaburan seluruh atau sebagian gambar karena gerakan yang disengaja atau tidak sengaja pada saat pemotretan dan efek besar kecilnya diafragma. Hal ini terjadi misalnya saat melakukan teknik panning atau zooming yang menggunakan kecepatan rendah.

KESIMPULAN
 kita dapat mengetahui tentang istilah istilah penting yang terdapat dalam dunia fotografi.


REFERENSI 
http://www.kelasfotografi.com/2015/01/istilah-istilah-penting-dalam-fotografi.htmlhttp://www.kelasfotografi.com/2015/01/istilah-istilah-penting-dalam-fotografi.html