Tool-tool Pada Inkscape

Rabu,28 Desember 2016

Assalamualaikum.Wr.Wb
yakk,bertemu lagi dengan blog saya yang sederhana ini,kali ini saya akan membagikan artikel mengenai Tool-Tool pada inkscape,


Mengenal Tool Box pada Inkscape

Sambungan dari Pengaturan Grid

Tool Box  berisi berbagai ikon untuk memudahkan dalam mengelola object untuk dijadikan gambar, jika pada salah satu ikon diklik maka secara otomatis ikon pada “Tool Control” akan berubah.

Selector Tool

Selector Tool digunakan untuk memilih, dan mengtur object pada Canvas dengan menggunakan mouse atau keyboard dan peralatan lainnya.


Node Tool

Penggunaan Node Tool sangat penting pada Inkscape dalam pengolahan Object yang berbentuk garis dan kurva, terutama untuk memilih, mengolah, manipulasi dan mengedit object berbentuk curva atau garis simpul.

Tweak Tool

Twek Tool ool digunakan untuk melakukan perubahan (modifikasi) kecil pada object, diantarnya untuk mengubah bentuk dan gaya object, mengaburkan warna object, dan lain-lain.
Object yang sudah dimodifikasi masih memiliki kemiripan dengan object aslinya.  


Zoom Tool 

Zoom Tool sangat berguna untuk melihat tampilan pada canvas maupun object, sehingga mempermudah pekerjaan pada saat membuat dan mengolah object.
Object pada canvas dapat di lihat dengan jelas dan detail dengan cara memperbesar (mendekatkan) object tersebut, begitupun sebaliknya.
Standard zoom yang digunakan inkscape adalah perbandingan "1" sama dengan satu pixel perlayar. Jika ingin mengkalibrasi zoom ke ukuran satuan  dengan aslinya (misalnya inci atau centimeter), lakukan pengaturan  pada File =>  Inkscape  Preferences => Interface.



Rectangle Tool 

Rectangle Tool digunakan untuk membuat object persegi panjang dan dapat memodifikasinya menjadi lingkaran 

3D Box Tool 

Pada program menggambar Inkscpae dapat juga membuat gambar kotak  tiga dimensi dengan  menggunakan 3D Tool Box.
Kotak tiga dimensi yang dibuat dengan menggunakan 3D Tool Box terdiri dari enam  object yang dapat di atur dan di pisah-pisah sesuai kebutuhan, bahkan object tersebut dapat di hapus satu persatu.

Ellipse Tool

Ellipse Tool digunakan untuk menggambar object berbentuk lingkaran, elips, dan busur.

Star Tool 

Star Tool dapat digunakan untuk menggambar object berbentuk segilima biasa dan berbentuk bintang.
Penggunaan Star Tool dalam pembuatan object berbentuk object segilima biasa dan bintang sangat mudah dilakukan layaknya membuat bentuk object kotak dan lingkaran dengan menggunakan Rectangle Tool dan Ellipse Tool, bentuk object yang di uat dapat di edit menjadi bentuk lain dengan cara menyeret gagang atau titik pusat object, cara lainnya dengan cara memberi nilai angka tertentu di kotak isian pada Tool Control.

Spiral 

Spiral Tool dapat digunakan untuk menggambar object berbentuk Spiral.

Pencil Tool 

Pensil Tool,  digunakan untuk membuat jalur atau garis, fungsi alat ini seperti pencil yang digunakan para seniman untuk  membuat sketsa pada lukisan

Bezier With Pen Tool 

Bezier Curves, digunakan untuk membuat garis lurus biasa dan membuat gambar simpul, selain untuk membuat garis lurus maupun lengkung Bezier Curves juga dapat digunakan untuk membuat object berbentuk persegi panjang, segitiga, setengah lingkaran, dan lain-lain

Calligraphy Tool 

Sesuai namanya, Caligrafi Tool dapat digunakan untuk menggambar object berupa garis atau jalur kaligrafi. Garis atau jalur yang dihasilkan berbeda dari yang dibuat menggunakan Pencil Tool dan Bezier Tool, object tersebut terdiri dari dua jalur paralel yang posisinya hampir sejajar, namun garis yang dihasilkan memiliki lebar berbeda-beda.


Text Tool

Text Tool digunakan untuk membuat tulisan pada Object atau halaman


Spray Tool

Spray Tool digunakan untuk menyalin dan menggandakan object, dengan cara menyemprotkan object yang sudah ada menjadi beberapa object dengan model dan bentuk object yang sama.


Eraser Tool

Eraser Tool digunakan untuk menghapus dan memotong object yang sudah dibuat jika terjadi kesalahan.

Bucket Fill Tool

Digunakan untuk menambahkan warna dan menggandakan object dengan bentuk berbeda yang saling bertumpuk atau tumpang tindih, object yang di beri warna akan menjadi dua, object pertama adalah object asli sedangkan object kedua berubah bentuk dan warnanya.

Gradients

Gradients digunakan untuk menambahkan dan memodifikasi warna pada bagian object sehingga satu buah object memiliki beberapa warna yang berbeda, gradients dapat di terapkan pada Fill dan Stroke



Dropper Tool

Dropper Tool digunakan untuk mengubah atau mengisi warna suatu object dengan mengambil warna object lain, perubahan warna object dapat dilakukan pada Fill and Stroke secara terpisah (sendiri-sendiri) dengan cara berbeda.
Perubahan warna akan mengubah nilai angka pada menu RGB



Connector Tool

Connector digunakan untuk memberi garis antara object satu dan lainnya sehingga terhubung membentuk bagan atau diagram. Connector dapat atur secara otomatis agar saat salah satu object digeser tetap dapat terhubung, atau dapat juga di atur agar saat salah satu object di geser bisa terpisah atau tidak terhubung




Refrensi:
http://imgos-belajarlinux.blogspot.co.id/2013/06/mengenal-tool-box-pada-inkscape.htmlhttp://imgos-belajarlinux.blogspot.co.id/2013/06/mengenal-tool-box-pada-inkscape.html

   Sekian dulu postingan saya kali ini, Insya allah akan saya lanjutkan lagi pembahasan kita ini.

Wassalamualaikum.Wr.Wb



DESAIN GRAFIS

Selasa,27 Desember 2016

ketemu lagi dengn blog saya,kali ini saya akan membahas mengenai desain grafis,yakk langsung saja kita bahas penjelasanya

DESAIN GRAFIS

 

 


 A.PENGERTIAN
Apa itu desain grafis?
Desain grafis atau rancang grafis adalah proses komunikasi menggunakan elemen visual, seperti tulisan, bentuk, dan gambar yang dimaksudkan untuk menciptakan persepsi akan suatu pesan yang disampaikan. Bidang ini melibatkan proses komunikasi visual.


B.LATAR BELAKANG
Desain grafis tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangan seni rupa. Karenanya, produk komunikasi visual tertua yang pernah ditemukan adalah lukisan gua di Lascaux, Perancis, yang diperkirakan berasal dari 15.000-10.000 SM.Simbol-simbol berbentuk ideogram ini kemudian berkembang menjadi aksara yang pada masa modern ini rutin kita gunakan di layar.

C.MAKSUD DAN TUJUAN
 Agar kita memahami dulu sebelum melakukan desain grafis terlebih dahulu
Balik ke pokok pembahasan kita,Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi ("proportion") dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.

Dan desain grafis ini  mempunyai elemen yang terpenting saat kita memulai desain yakni

1. GARIS
Elemen pertama dan paling dasar dari desain adalah garis. Fungsinya adalah untuk memisahkan ruang dan meletakkan desain pada lokasi spesifik. Bayangkan bagaimana majalah menggunakan garis untuk memisahkan konten, hedalines dan sisi samping.

Contoh elemen garis





2. WARNA
Warna adalah elemen yang paling terlihat dari sebuah desain, baik bagi penikmat maupun desainer itu sendiri. Warna dapat berdiri sendiri sebagai latar, atau diaplikasikan ke elemen lain seperti garis, shapes, tekstur dan lain sebagainya. Warna menimbulkan mood dan menceritakan isi desain.

Contoh elemen warna
3. SHAPE
Bentuk-bentuk geometrik atau organik memberikan minat pada desain. Semua bentuk dapat dikategorikan sebagai shape sehingga Anda harus memperhatikan bagaimana seluruh elemen membentuk shape dan bagaimana mereka berinteraksi.

Contoh elemen shape



 4. SKALA
Bermain-main dengan skala dan ukuran objek, shape, tipe dan elemen lain memberikan nuansa pada desain. 


5. HARMONI
Harmoni adalah tujuan utama dari desain grafis menurut para pakar. Jadi elemen ini sangat penting. Harmoni adalah apa yang Anda peroleh dari kumpulan seluruh elemen desain. Desain yang baik adalah desain yang harmonis, cukup dan tidak berlebihan.


6. TIPOGRAFI
Mungkin hal tunggal yang paling penting dari sebuah grafis adalah tifografi. Seperti warna dan teksture, pemilihan desain huruf dapat memberikan pesan kepada penikmat betapa pentingnya sebuah desain.



7. SPACE
Area kosong merupakan salah satu aspek desain yang sangat umum. Area kosong ini akan membantu menampilkan visual gambar secara utuh.



 D.KESIMPULAN
     Sebelum kita menjadi seorang desainer kita harus memahami apa itu desain grafis dan elemen-elemen penting dalam desain grafis

E.REFERENSI
 https://id.wikipedia.org/wiki/Desain_grafis 

Sekian,terimakasih,semoga bermanfaat

 



evaluasi minggu ke 2

SABTU ,24 DESEMBER 2016 HARI EVALUASI HASIL MINGGU KEDUA

 A. Pengertian : 
Evaluasi yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Evaluation. Secara umum, pengertian evaluasi adalah suatu proses untuk menyediakan informasi tentang sejauh mana suatu kegiatan tertentu telah dicapai, bagaimana perbedaan pencapaian itu dengan suatu standar tertentu untuk mengetahui apakah ada selisih di antara keduanya, serta bagaimana manfaat yang telah dikerjakan itu bila dibandingkan dengan harapan-harapan yang ingin diperoleh.

B. Latar Belakang :  
    Berbagi ilmu dengan teman-teman baru , dan lebih dekat dengan sesama teman.

C. Maksud Dan Tujuan :
     Tujuan saya adalah agar supaya lebih saling mengenal dan berbagi ilmu kepada teman-teman yang lain. Dan bertukar materi dengan jurusan-jurusan yang lain.

D. Alat Dan Bahan :
     - Laptop
     - LCD proyektor
     - Materi untuk presentasi.

E. Jangka Waktu Pelaksanaan :
     Waktunya adalah setiap hari sabtu , dan dilakukan setiap minggu sekali
. F. Tahap Pelaksanaan : 

1. Evalusi dari SMK N 1 JOGONALAN (TKJ) adalah mengupgrade/menginstal Wine melalui Terminal.

     





2. Selanjutnya dari Jurusan sayang , Multimediaa tentang Fotografi (Teknin pengambilan gambar dan pencahayaan gambar)


                                 

3.  Dilamjutkan dari sekolah lain membahas tentang selama seminggu di BLC Telkom Klaten.


 


G. Kesimpulan Evaluasi : 
    Dalam pelaksanaan selama seminggu ini kita bisa tau permasalahan dan ilmu baru yang didapatkan, berbagi ilmu dan bertukar pikiran/ilmu.

H. Referensi :
     BLC TELKOM KLATEN
      http://www.pengertianahli.com/2014/03/pengertian-evaluasi-apa-itu-evaluasi.html

SKENARIO

skenario

hari jum'at 23 Desember 2016

hallo teman - teman semua kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang skenario yang telah saya pelajari beberapa hari ini pertama saya akan menjelaskan tentang apa itu skenario dan dasar - dasar menulis skenario.



A. PENGERTIAN


Skenario, adegan layar (screenplay) atau naskah film ialah cetak biru yang ditulis untuk film atau acara televisi. Skenario dapat dihasilkan dalam bentuk olahan asli atau adaptasi dari penulisan yang sudah ada seperti hasil sastra.
Formatnya disusun sedemikian rupa sehingga 1 halaman biasanya menghabiskan waktu 1 menit. Tulisan standar untuk skenario adalah Courier ukuran 12. Terdapat sejumlah program komputer yang dibuat khusus untuk membuat skenario, seperti Celtx, DreamaScript, Final Draft, Movie Outline 3.0, FiveSprockets, Montage, dll.
Komponen-komponen utama dalam skenario terdiri dari aksi dan dialog. Aksi merujuk kepada "apa yang kita lihat" dan dialog merujuk kepada "apa yang dituturkan oleh tokoh". Tokoh-tokoh dalam skenario juga dapat diperkenalkan dalam bentuk visual di awal cerita.
Skenario untuk televisi kadangkala disebut sebagai "skenario TV" atau "teleplay" dalam Bahasa Inggris.
Naskah film merupakan salah satu karya sastra yang memiliki kesamaan struktur dengan drama. Sebuah naskah film juga memiliki latar, plot, penokohan, dan tema. Hanya saja, teknik penulisannya sedikit berbeda dengan penulisan drama. Dalam sebuah naskah film, tidak terlalu banyak monolog seperti dalam drama, dan penokohan lebih banyak digambarkan dengan dialog-dialog antar tokoh dalam naskah tersebut, karena hasilnya nanti adalah visualisasi dari naskah film itu sendiri.

B. FUNGSI 

Dari pengertian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa, Skenario adalah sebuah naskah cerita yang menguraikan urut-urutan adegan, tempat, keadaan, dan dialog, yang disusun dalam konteks struktur dramatik untuk menjadi acuan dalam proses produksi.
Selain sebagai bahan acuan dalam proses produksi, naskah skenario film juga berfungsi sebagai Bahan dasar untuk menyatukan persepsi antara produser dan para kru film tentang film yang akan diproduksi. Sehingga dapat meminimalkan perbedaan penafsiran dan menjadi dasar perencanaan yang jelas.

 

C. TUJUAN MENULISKAN NASKAH SKENARIO

 

- Sebagai penuntundalam produksi media, artinya menjadi penuntun dalam penulisan tek/materi, mengambil gambar dan grafis, merekam suara, membuat animasi.  


a.  macam - macam naskah program media


1. naskah audio (Radio dan Kaset)


2. Naskah film dan video.


3.Naskah program interaktif.


b. langkah - langkah dalam penulisan skenario


1.Merumuskan ide 

Ide sebuah cerita yang akan dibuat menjadi program video dan televise dapat diambil dari cerita yang sesungguhnya (true story) atau non fiksi dan rekaan atau fiksi

2. Riset
Riset dalam konteks ini adalah suatu upaya mempelajari dan mengumpulkan informasi yang terkait dengan naskah yang akan ditulis. Sumber informasi dapat berupa buku, koran atau bahan publikasi lain dan orang atau narasumber yang dapat memberi informasi yang akurat tentang isi atau substansi yang akan ditulis

3. Penulisan outline
Outline pada umumnya berisi garis besar informasi yang akan Anda akan tulis menjadi sebuah script

4. Penulisan sinopsis
Sinopsis dan outline akan membantu memfokuskan perhatian Anda pada pengembangan ide yang telah Anda pilih sebelumnya. Penulisan synopsis harus jelas sehingga dapat member gambaran tentang isi program video atau televis yang akan kita buat

5. Penulisan treatment
Treatment yang ditulis dengan baik merupakan fondasi yang kokoh yang diperlukan untuk menulis sebuah naskah. Sebuah treatmentharus berisi deskripsi yang jelas tentang lokasi,waktu, pemain, adegan dan property yang akan direkam ke dalam program video. Treatmentjuga menggambarkan tentang sistematika atau sequence program video atau televisi yang akan diproduksi

6. Penulisan naskah
Walaupun dalam menulis naskah penulis dapat melakukan perubahan, tapi sebaiknya perubahan yang dilakukan tidak merupakan perubahan yang bersifat substantif. Perubahan sebaiknya bersifat kreatif dan tidak mengubah substansi program.

7. Review Naskah
Draf naskah yang telah selesai ditulis perlu ditelaah untuk melihat kebenaran substansinya dan juga cara penyampaian pesannya. Draf naskah harus ditelaah oleh orang yang mengerti substansi isi program(content expert)dan ahli media (media specialist).

8. Finalisasi naskah
Finalisasi naskah merupakan langkah akhir sebelum naskah diserahkan kepada produser dan sutradara untuk diproduksi. Naskah final merupakan hasil revisi terhadap masukan-masukan yang diberikan oleh content expert dan ahli media.


EKNIK PENULISAN SKENARIO :
  1. Inti Cerita
Tahap awal dalam penulisan skenario adalah menetukan inti cerita yang akan dikembangkan menjadi sebuah skenario. Dalam inti cerita ini kita sudah mempunyai gambaran singkat tentang plot, karakter utama, maupun setting dari cerita. Inti cerita ini bisa berasal dari ide/inspirasi yang kita temukan baik dalam imajinasi atau fenomena keseharian kita. Banyak juga penulis skenario yang mengadaptasi novel, cerpen, atau puisi untuk dikembangkan menjadi skenario.
Inti cerita dari film Romeo and Juliet, misalnya, adalah percintaan antara dua orang anak manusia yang berasal dari latar belakang keluarga yang berlawanan yang pada akhirnya melahirkan tragedi.
  1. Sinopsis
Sinopsis adalah ringkasan cerita yang akan dikembangkan menjadi skenario. Pada umumnya Sinopsis ditulis semenarik mungkin dengan maksud menggoda pembacanya untuk membaca skenario dari sinopsis tersebut. Panjang sinopsis biasanya dari setengah sampai dua halaman. Sebagai contoh, kita dapat membaca sinopsis dari film-televisi Gadis Misterius berikut ini :
“Kisah roman-tragedi tentang seorang pelukis muda yang terobsesi pada gadis cantik yang pernah dilihatnya di tepi jurang. Obsesinya itu menjadi kenyataan ketika dia berkenalan dengan Lilis, resepsionis di sebuah kafé yang mempunyai wajah sangat mirip dengan wanita impiannya itu. Cerita kemudian berkembang setelah wanita yang dicintainya itu pun tiba-tiba menghilang dan dia dipaksa untuk menerima kenyataan-kenyataan yang sangat tidak masuk di akal. Lilis yang telah dipacarinya itu, ternyata telah meninggal jauh sebelum mereka pertama kali berkenalan. Kenyataan-kenyataan yang aneh tersebut justru mendorongnya untuk melakukan penyelidikan sampai kemudian dia menemukan jawaban yang sesungguhnya.”
  1. Karakter
Karakter atau tokoh adalah merupakan salah satu unsur terpenting dalam skenario sama halnya dalam cerpen maupun novel. Akan tetapi dalam skenario, karakter harus lebih dikembangkan secara lebih rinci. Hal ini juga berhubungan dengan kebutuhan aktor atau aktris yang akan memerankan karakter tersebut. Perincian karakter dalam skenario biasanya meliputi nama peran, jenis kelamin, usia, ciri-ciri fisik, sifat/prilakunya, pendidikan, kebiasaan, hubungan dengan karakter yang lain, dan sebagainya. Contoh perincian karakter adalah sebagai berikut :
Lilis, wanita berusia 25 tahun. Matanya teduh, murah senyum, rambutnya yang ikal panjang sampai ke punggung, dan tubuhnya ramping. Seorang wanita cantik yang selalu tampil sederhana, pekerja keras, dan baik hati. Dia juga tegar dalam menghadapi cobaan hidupnya. Meski dia selalu menghindar, namun diam-diam dia pun jatuh hati kepada Alam.
  1. Plot
Penyusunan plot yang merupakan alur cerita sangat diperlukan dalam menulis skenario sebagaimana dalam penulisan novel maupun cerpen. Struktur plot lazimnya terdiri dari 3 (tiga) babak yaitu set up atau awal konflik, confrontation atau komplikasi masalah, dan resolution atau penyelesaian masalah. Dengan adanya plot yang disusun terlebih dahulu akan sangat membantu penulis dalam penulisan skenario. Bentuk plot secara sederhana adalah sebagai berikut :
Babak I : Alam berkenalan dengan Lilis di sebuah kafe tempat Lilis bekerja, kemudian timbul rasa saling suka diantara mereka. Konflik mulai timbul ketika secara tidak sengaja Lilis bertemu dengan Pak Willy, Lilis kabur dan menghilang entah kemana. Alam terus mencarinya dan bingung karena dipaksa untuk menerima kenyataan-kenyataan yang sangat tidak masuk di akal. Lilis yang telah dipacarinya itu, ternyata telah meninggal jauh sebelum mereka pertama kali berkenalan.
Babak II : Kenyataan-kenyataan yang aneh tersebut justru mendorongnya untuk melakukan penyelidikan sampai akhirnya dia menemukan jawaban yang sesungguhnya, Lilis dan Pak Willy pernah menikah dan mempunyai seorang anak, namun Pak Willy tidak mau bertanggung jawab. Alam kemudian berhasil menemukan Lilis dan menyatakan keinginannya untuk menikahi Lilis, namun Lilis menampik. Alam pasrah. Pak Willy kemudian berambisi untuk memiliki Lilis dan anaknya kembali. Dia berusaha membujuk Lilis.
Babak III : Lilis akhirnya menjatuhkan pilihannya pada Alam, happy ending.
  1. Outline
Outline adalah susunan urutan adegan per adegan secara lebih rinci. Jadi bisa dikatakan bahwa outline adalah penjabaran dari plot. Contoh outline adalah sebagai berikut :
1. Di Kawasan Puncak :
1.1. Alam melukis pemandangan perkebunan teh yang ada di hadapannya,
1.2. Alam menghentikan kegiatan melukisnya begitu melihat seorang gadis berdiri di tepi jurang sambil memandang ke dasar jurang dan bersiap-siap melompat,
1.3.Alam yang melihat kejadian tersebut menjadi panik dan berteriak agar gadis itu tidak melompat,
1.4.Gadis itu tidak menanggapinya, dia tetap memandangi dasar jurang dengan tatapan kosong,
1.5.Alam berlari ke arah tepi jurang tempat gadis itu berada,
1.6.Alam tiba di tepi jurang dengan terengah-engah, namun dia tidak menemukan gadis itu lagi, dan seterusnya.
  1. Scene
Scene atau scene heading merupakan informasi tentang adegan. scene heading umumnya terdiri dari nomor scene, INT/EXT, lokasi adegan, dan waktu adegan. INT atau singkatan dari interior digunakan apabila pengambilan gambar dilakukan di dalam ruangan, sedangkan EXT atau singkatan dari exterior digunakan apabila pengambilan gambar dilakukan di luar ruangan.
  1. Action
Action atau aksi adalah keterangan mengenai kejadian dalam setiap scene atau adegan yang merupakan penjabaran dari Outline yang sudah dibuat sebelumnya.

  1. Dialog dan Parenthetical
Dialog adalah kata atau kalimat yang harus diucapkan oleh karakter dalam adegan. Sedangkan parenthetical adalah pentunjuk aksi atau ekspresi yang harus dilakukan oleh karakter dalam mengucapkan dialog. Misalnya emosi, sedih, menangis, tersenyum, tertawa, dan sebagainya. Adapun dialog yang mengiringi perjalanan scene yang menunjukkan suara hati atau pikiran dari karakter tanpa melafalkan dialog digunakan istilah Voice Over (V.O), sedangkan dialog tanpa menampilkan karakter dalam adegan digunakan istilah Off Screen (O.S). Contoh dialog dan parenthetical adalah sebagai berikut :
8. INT. VILA PUNCAK - PAGI
Alam menghampiri dan melihat sebuah lukisan wanita yang terpampang di dinding ruang tamu. Dipandanginya lukisan itu lama-lama. Bersamaan dengan adegan tersebut, terdengar suara Alam.


ISTILAH-ISTILAH TEKNIS PENULISAN SKENARIO
Dalam penulisan skenario terdapat banyak istilah-istilah teknis selain yang telah disebutkan sebelumnya, berikut ini adalah istilah-istilah teknis lainnya yang umum digunakan, antara lain adalah :
CAMERA FOLLOW, petunjuk pengambilan gambar dengan cara mengikuti pergerakan obyek
CAMERA PAN TO, petunjuk pengambilan gambar dengan cara mengalihkan kamera kepada obyek yang dituju dari obyek sebelumnya
CLOSE UP, petunjuk pengambilan gambar secara close-up
CUT TO, mengakhiri adegan secara langsung tanpa proses transisi
CUT TO FLASH BACK, petunjuk mengalihkan gambar ke adegan flash back
FADE IN, petunjuk transisi memasuki adegan secara perlahan
FADE OUT, petunjuk transisi mengakhiri adegan secara perlahan dari layar
FLASH BACK CUT TO, petunjuk untuk mengakhiri adegan flash back
INSERT, sama dengan CAMERA PAN TO
INTERCUT, petunjuk potongan adegan dalam satu adegan/scene
ZOOM IN, petunjuk gerakan kamera dengan menyorot obyek dari jauh sampai dekat atau close-up
ZOOM OUT, petunjuk gerakan kamera dengan menyorot obyek dari dekat sampai jauh.

KESIMPULAN  
dalam skenario kita saat akan melakukan penulisan terutama yang harus kita pelajari adalah cara menulis skenario dan memahami alur ceritany dengan baik dan benar.
REFRENSI 
sekian pemaparan dari skenario,semoga bermanfaat

SOP

Rabu,22 desember 2016

SOP

hari rabu, 21 Desember 2016

- Assalamualaikum wr.wb -

hallo bertemu lagi dengan blog saya yang sangat sederhana kan jauh dari kata sempurna kali ini saya akan menjelskan tentang apaitu SOP? makanan atau minuman kah SOP itu? mari di bahas bersama dengan blog saya ini semoga bisah bermanfaat ya buat kita semua..


A. PENDAHULUAN

- LATAR BELAKANG

      Bagi sebagian perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan yang sudah memahami arti penting keberadaan SOP bagi bisnis mereka, sangat menyakini bahwa SOP akan memberikan manfaat yang sangat banyak bagi pertumbuhan bisnis mereka. Sementara bagi perusahaan-perusahaan yang belum memahami arti penting dari SOP, akan memperlakukan SOP dengan sebelah mata, SOP dianggap sebagai aturan kaku yang akan mengganggu fleksibilitas kerja mereka, akan mengganggu irama permainan mereka dalam berbisnis.

- PENGERTIAN 

       Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah dokumen yang berkaitan dengan prosedur yang dilakukan secara kronologis untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang bertujuan untuk memperoleh hasil kerja yang paling efektif dari para pekerja dengan biaya yang serendah- rendahnya. SOP biasanya terdiri dari manfaat, kapan dibuat atau direvisi, metode penulisan prosedur, serta dilengkapi oleh bagan flowchart di bagian akhir(laksmi,2008:52)

B.     Rumusan Masalah
Dari uraian rumusan masalah diatas dapat kami rumuskan :

      1. Apa tujuan dan manpaat dari sop ?
  2.     Apa tahapan-tahapan membuat sop ?
        3.   Bagaimana cara membuat sop ? 
           
               
             - PEMBAHASAN 
                           
A.     Tujuan dan manfaat SOP
      SOP yang baik haruslah mendasarkan pada tujuan dan manfaat sebagaimana poin-poin berikut dibawah ini:
  •       Memudahkan proses pemberian tugas serta tanggung jawab kepada pegawai yang menjalankannya.
  •       Memudahkan proses pemahaman (penguasaan tugas) staff secara sistematis dan general.
  •       Menghindari “error” dalam proses kerja.
  •       Mempermudah dan mengetahui terjadinya kegagalan, inefisiensi proses dalam prosedur kerja, serta kemungkinan-kemungkinan terjadinya penyalahgunaan kewenangan oleh pegawai yang menjalankan.
  •       Memudahkan dalam hal monitoring dan menjalankan fungsi kontrol dari setiap proses kerja.  
  •       Menghemat waktu dalam program training, karena dalam SOP tersusun secara sistematis.
B.    Tahapan membuat SOP
            Setelah mengetahui apa itu SOP dan tujuan serta manfaat SOP, maka selanjutnya adalah tahapan dalam menyusun SOP. Tahapan-tahapan ini harus dipahami terlebih dahulu sebelum menyusun SOP yang diinginkan. Berikut adalah tahapan-tahapan dalam menyusun SOP:
  •       Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai proses kerja baik kualitatif maupun kuantitatif. Hal ini bisa dengan berdiskusi dan melakukan tanya-jawab (interview) dengan Kepala Departemen yang sedang menjabat pada posisi yang akan dibuat SOP.
  •       Interview dilakukan agar dapat memahami secara lebih detail proses kerja yang akan dibuat.
  •      Gunakan perbandingan dengan lebih dari satu proses kerja agar alur proses kerja mendekati efektif.
  •       Gunakan setiap instrumen yang ada dan diperlukan pada setiap proses kerja (tools, hardware, software) untuk di masukkan ke dalam SOP yang akan dibuat.
  •       Catat efisiensi waktu, biaya (cost) dan energy lainnya untuk kemungkinan sistem yang akan digunakan.
  •       Sistem yang dipilih dapat sebelumnya dilakukan brain storming terlebih dahulu dengan Kepala Departemen yang bersangkutan untuk menerima pendapat dan masukan. Brainstrorming juga bisa melibatkan staff, customer dan pihak-pihak lain yang terlibat.
  •       Buat terlebih dahulu draft baku untuk dilakukan pembahasan dengan team yang ada (jika menggunakan sistem ISO, ikuti prosedur atau proses yang berlaku)
  •       Lakukan uji coba instrumen yang ada dengan draft SOP yang telah menjalani proses pembahasan.
  •       Jika dirasa sudah mewakili alur proses yang sesungguhnya serta cukup efektif dan efisien, maka minta persetujuan dari pimpinan, setelah sebelumnya dibuat draft revisi final atas SOP tersebut.
  •       Lakukan sosialisasi secara resmi kepada team terkait tas SOP baru tersebut yang akan di terapkan. Beri jangka waktu untuk persiapan antara sosialisasi dengan waktu penerapan SOP.
C.    Cara membuat SOP
            Langkah terakhir adalah mengetahui cara membuat SOP dengan menggunakan template sbb:
  •      Esensi dari SOP adalah mudah dipahami dan diaplikasikan oleh pegawai yang melaksanakan. Oleh sebab itu gunakan kaidah “Mudah dibaca, dipahami dan dilaksanakan”.
  •      Tuliskan langkah demi langkah secara bertahap.
  •      Gunakan kata kerja dalam kalimat aktif, karena diharapkan pembaca SOP melakukan sesuatu. Contoh “Kirim analisa ke supplier” bukan “Analisis dikirim kepada supplier“
  •      Gunakan kalimat positif dan hindari kata “tidak“, “jangan“.
  •      Instruksi kata dibuat singkat, padat dan mudah dipahami.
  •      Buat bagan alurnya (flow chart).
  •      Buat penjelasan yang dibutuhkan, jika diperlukan.
  •      Buat dan cantumkan dokumen pendukun SOP (form, sheet, SK, dll).
  •      Cantumkan tanggal pembuatan SOP, serta tanggal Revisi (jika ada).
  •      Cantumkan petugas pembuat SOP dan siapa yang mengesahkan.
  •      Cantumkan tanggal waktu pelaksanaan.
D.     Peran Standard Operating Procedure Dalam Perusahaan
       (Business Lounge – Strategic) – SOP atau Standard Operating Procedure, adalah system atau prosedur yang disusun untuk memudahkan, merapihkan dan menertibkan pekerjaan. Sistem ini berisi urutan proses melakukan pekerjaan dari awal sampai akhir. Perusahaan yang telah memahami kebutuhan suatu standar acuan, agar para karyawan dapat memahami dan melakukan tugasnya sesuai standar yang digariskan perusahaan, menyadari akan pentingnya pembuatan SOP ini. Bahkan perusahaan juga membuat SOP untuk produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut, agar konsumen dapat mengetahui cara untuk menggunakan produk tersebut tanpa salah.
            Standard Operating Procedure (SOP) rupanya selalu menjadi bahan pembahasan utama bagi banyak organisasi. Tak peduli apakah organisasi swasta, Badan Umum Milik Negara (BUMN), lembaga pemerintah atau kementerian, lembaga pendidikan, lembaga swadaya masyarat (LSM), lembaga keuangan dan lainnya. Faktanya, ternyata masih banyak sekali organisasi yang belum benar-benar memahami apa itu SOP, di mana sebenarnya kedudukan SOP, apa kaitannya proses bisnis dan struktur organisasi dengan SOP, bagaimana menurunkan SOP melalui proses bisnis, apa saja elemen-elemen SOP dan bagaimana menyusun SOP dengan benar.
            Yang dimaksud SOP tidak sekedar flowchart saja. Seringkali ada kekeliruan yang beranggapan bahwa flowchart itu lah SOP. Flowchart hanya salah satu unsur dari SOP. Belum lagi masih ada banyak perusahaan yang menganggap SOP adalah sesuatu pelengkap saja bukan sebagai sesuatu yang penting.
       Elemen- elemen apakah yang harus ada dalam SOP?
            Pertama, harus terkandung proses atau tahapan kerja. Ini berarti, secara sistematis SOP mengandung urutan dari awal pekerjaan dimulai hingga akhir.
            Kedua, mensyaratkan adanya penanggungan jawaban pada setiap tahapan pekerjaan, ada yang bertanggung jawab atas pekerjaan itu. Bila terjadi kesalahan, baik menyangkut prosedur atau dokumen yang digunakan, pertanggungjawaban atas proses kerja tersebut menjadi jelas. Tak ada lagi saling menyalahkan.
            Ketiga, tentang dokumen yang digunakan. Masih banyak organisasi yang tidak memahami pentingnya dokumen sebagai salah satu unsur SOP. Misalnya perusahaan menggunakan dokumen surat masuk dan surat keluar. Ternyata dalam SOP tidak dicantumkan. Ada pula yang memasukkannya, tapi dalam praktiknya bukan dokumen yang dimaksud. Antara satu departemen dengan departemen dalam satu perusahaan seringkali menggunakan dokumen yang berbeda untuk satu dokumen yang sama.
            Keempat, ukuran keberhasilan menyangkut bagaimana SOP dapat dikukur tingkat kinerjanya. Unsur keempat ini seringkali diabaikan oleh banyak level organisasi, sebab dianggap tidak ada hubungannya. Inilah mengapa tingkat efektifitas SOP tak terukur performancenya.
            Selain itu point-point di bawah ini juga menunjukkan langkah-langkah penting yang perlu diketahui dalam mempersiapkan SOP dalam suatu perusahaan.
         1. Kapan sebaiknya SOP dibuat,
            Sebaiknya pembuatan dilakukan pada saat perusahaan mulai beroperasi. Hal ini penting, agar setiap jajaran orang yang bekerja di perusahaan memahami posisinya, serta tanggung jawab masing-masing. SOP ini juga mengatur peranan masing-masing manajemen yang memimpin perusahaan, agar tugas dan tanggung jawabnya tidak rancu, peran manajemen satu dengan lainnya. SOP bersifat unik, serta berbeda antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya. SOP yang digunakan untuk industri, berbeda dengan perusahaan jasa, juga berbeda dengan perusahaan yang bergerak di lembaga keuangan.
        2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam menyusun SOP?
            Waktu yang dibutuhkan akan sangat bervariasi, tergantung dari besarnya perusahaan, serta apakah perusahaan mempunyai berbagai cabang di seluruh Indonesia atau bahkan di luar negeri. Untuk perusahaan yang masih kecil dan sederhana, penyusunan SOP dapat lebih singkat waktunya.
            Selain mengenal operasi perusahaan secara detail, kita juga harus mengenal siapa konsumen perusahaan, siapa pemasoknya. Misalnya untuk perbankan, kita harus mengenal, berapa jenis simpanan yang masuk ke Perbankan, serta produk apa saja yang dipunyai sebuah Bank, berapa unit kerja Bank tersebut, dana yang diperoleh akan untuk membiayai apa saja agar sesuai tujuan penyaluran dana tersebut, serta mendapatkan hasil, bagaimana mengatur agar antara funding dan lending bisa match, dan sebagainya. Masing-masing unit usaha yang merupakan profit center dari Bank harus mempunyai SOP tersendiri, begitu juga unit kerja yang melakukan pelayanan, seperti SOP untuk Logistik (sering disebut Kebijakan Umum Logistik).
      3. Apa saja yang perlu diketahui dalam menyusun SOP?
            Untuk menyusun SOP perusahaan, maka harus dipahami apa Visi dan Misi perusahaan tersebut, budaya kerja yang ada di perusahaan, dan alur pekerjaan yang ada di perusahaan (bagi perusahaan besar, maka alur pekerjaan di masing-masing unit operasional akan berbeda-beda).
       Peran SOP dalam suatu perusahaan adalah:
•     Merupakan Pedoman operasional, berisikan sistim dan prosedur kegiatan operasional .
•     Merupakan penjabaran kebijakan secara menyeluruh dari perusahaan, yang disusun untuk mencapai sasaran Business Plan dari perusahaan.
•     Untuk menjadi acuan dalam membuat Surat Edaran atau Surat Keputusan Direksi, dalam membuat petunjuk pelaksanaan operasional perusahaan.
•     Sebagai acuan yang harus diikuti dalam pelaksanaan Manajemen Risiko.
•      Membentuk disiplin pelayanan yang tertib di bidang operasional dengan cara dan sikap yang sama sehingga terbentuk budaya yang sehat sebagai bagian dari profesionalisme perusahaan.
•     Menjamin adanya pengawasan yang memadai dalam setiap tahapan proses.
      4. Kompetensi apa yang dimiliki oleh tim counterpart?
            SOP dibuat oleh orang-orang yang berada di perusahaan tersebut, umumnya perusahaan membuat tim, yang terdiri dari berbagai personil yang mewakili bidang tugas masing-masing. Perusahaan dapat meminta bantuan konsultan untuk melakukan penyusunan SOP ini, namun agar SOP nanti dapat diimplementasikan dengan baik dan sesuai dengan budaya perusahaan tersebut, maka perusahaan membentuk tim counterpart yang akan membantu konsultan, melakukan diskusi dengan tim konsultan, dalam rangka penyusunan SOP tersebut.
      Tim yang ditunjuk sebagai counterpart adalah orang yang benar-benar memahami bisnis dan operasional perusahaan, membantu konsultan mengidentifikasi masalah, mewakili perusahaan untuk menjamin agar SOP telah dibuat sesuai dengan tujuan perusahaan perusahaan. Tim counterpart ini mewakili perusahaan, menjamin agar hasil SOP dapat diimplementasikan oleh perusahaan.
       5. Perlu adanya proses sosialisasi.
            Apabila SOP telah selesai dibuat, harus disosialisasikan kepada seluruh jajaran karyawan, agar seluruh prosedur yang telah ditetapkan dalam SOP dapat dilaksanakan dengan baik di lapangan. Lamanya proses sosialisasi tergantung dari skala perusahaan. Dalam hal perusahaan skala besar, maka perusahaan dapat meminta bantuan konsultan yang membuat SOP, untuk melakukan sosialisasi.
      Kalau kita melihat apa yang sudah dijelaskan di atas SOP ini sangat berperan penting, baik untuk perusahaan besar maupun kecil. Bahkan sebuah warung tegal dipinggir jalanpun perlu mempunyai acuan, agar setiap karyawan yang membantu kelancaran penjualan warung tegal tersebut, mengetahui langkah apa saja yang diperlukan agar warung tegal dapat berjalan lancar, serta mengetahui peran dan tanggung jawabnya. Dengan SOP ini pemilik usaha dapat memantau usaha nya, mengetahui tanda-tanda dini jika terjadi permasalahan, sehingga dapat diatasi, tanpa mengorbankan kelangsungan hidup warung tegal tersebut. Tentu saja yang dimaksud SOP warung tegal ini dibuat sangat sederhana, mudah dalam pelaksanaannya, serta fleksibel. Tetapi tetap memiliki tujuan dan fungsi yang sama sebagai SOP. Sehingga melalui SOP ini diharapkan akan menjadi acuan untuk memonitor bisnis perusahaan dan juga dapat melakukan pengukuran pada setiap jenjang yang ada.
PENUTUP
A.    Kesimpulan
            SOP (Standard Operating Procedures) adalah panduan hasil kerja yang diinginkan serta proses kerja yang harus dilaksanakan. SOP dibuat dan di dokumentasikan secara tertulis yang memuat prosedur (alur proses) kerja secara rinci dan sistematis. Alur kerja (prosedur) tersebut haruslah mudah dipahami dan dapat di implementasikan dengan baik dan konsisten oleh pelaku.
B.     Saran
            Sop dibuat oleh perusahaan bukan untuk menyusahkan karyawannya, sebaliknya untuk memperlancar dan meningkatkan kinerja. 
DAFTAR PUSTAKA
  1. "McMurdo Station Medical Standard Operating Procedures as of 2006/06" (PDF). Retrieved 2014-08-02.
  2. Anderson, Chris. How To Write Standard Operating Procedures, Bizmanualz, June 4, 2012.
  3. Guidance on the Documentation Requirements of ISO 9001:2008[dead link]