CARA MEMPERKIRAKAN APERTURE , SHUTTER SPEED , ISO PADA OBJEK

 A. PENGERTIAN

1. BUKAAN / APERTURE / DIAFRAGMA


Aperture adalah bukaan lensa kamera dimana cahaya masuk. Bila bukaan besar, akan banyak cahaya yang masuk dibandingkan dengan bukaan kecil. Selain merupakan salah satu cara mengendalikan cahaya yang masuk, bukaan di gunakan juga untuk mengendalikan kedalaman ruang (depth of field / dof).


Dalam prakteknya, jika Anda berada di lingkungan dimana cahaya sangat terang, maka kita bisa menutup bukaan sehingga lebih sedikit cahaya masuk ke dalam. Jika kondisi lingkungan gelap, maka kita bisa membuka bukaan lensa sehingga hasil akhir menjadi optimal.


Bukaan juga bisa digunakan untuk mengendalikan kedalaman ruang. Bukaan besar membuat kedalaman ruang menjadi tipis, akibatnya latar belakang subjek menjadi kabur. Bukaan kecil membuat kedalaman bidang menjadi besar, akibatnya semua bidang dalam foto menjadi tajam atau berada dalam fokus.


Hal yang unik dan sering membingungkan pemula adalah nomor dalam setting bukaan adalah terbalik dengan besarnya bukaan. Misalnya angka kecil berarti bukaan besar, sedangkan angka besar berarti bukaan kecil. Contoh: f/1, f/1.4, f/2, f/4. f/5.6, f/8, f/16, f/22 dan seterusnya.


Setiap lensa memiliki bukaan maksimum dan minimum. Angka yang tertera dalam lensa seperti f/3.5-5.6 berarti makimum bukaan bervariasi antara f/3.5 sampai f/ 5.6.

2. SHUTTER SPEED

Kecepatan rana (shutter speed) adalah durasi kamera membuka sensor untuk menyerap cahaya. Semakin lama durasinya, semakin banyak cahaya yang masuk ke kamera dan hasil foto akan bertambah terang.


Satuan shutter speed adalah dalam detik atau pecahan detik. Biasanya berawal dari 1/4000 detik sampai to 30 detik. Variasi shutter speed ini diatur dari badan kamera bukan dari lensa.


Selain mempengaruhi kuantitas cahaya yang masuk, shutter speed mempengaruhi foto dalam dua hal:


  1. Kecepatan rana yang cepat membekukan (freeze) objek yang bergerak.
  2. Kecepatan rana yang lama menangkap gerakan (motion) objek secara berkesinambungan.


Dalam praktek, kita mengunakan kecepatan rana yang tinggi untuk membekukan gerakan subjek yang bergerak, seperti pada foto liputan olahraga. Sebaliknya, kita mengunakan kecepatan rana yang rendah untuk merekam efek gerak, seperti dalam merekam pergerakan air terjun.

3. ISO

ISO adalah ukuran sensitivitas sensor terhadap cahaya. Ukuran dimulai dari angka 50, 80 atau 100 dan akan berlipat ganda sampai 3200 atau lebih besar lagi. ISO dengan ukuran angka kecil berarti sensivitas terhadap cahaya rendah, ISO dengan angka besar berarti sebaliknya.


ISO dengan angka besar atau disebut juga ISO tinggi akan menurunkan kualitas gambar karena munculnya bintik-bintik yang dinamakan “noise”. Foto akan terlihat berbintik-bintik seperti pasir dan detail yang halus akan hilang. Tapi untuk kondisi yang sulit seperti sedikit cahaya dalam ruangan, ISO tinggi seringkali diperlukan.


Di era kamera analog, ISO dikenal juga dengan ASA. Di jaman analog, ASA tergantung dari film yang kita pasang di dalam kamera. Namun di jaman sekarang, ISO bisa diubah sewaktu kita menghendakinya melalui kamera.


Dengan bermain dengan tiga setting dasar kamera, Anda akan bisa membuat foto Anda menjadi gelap, terang atau sedang. Gelap terangnya hasil akhir dalam foto tentunya tergantung selera Anda.

B. LATAR BELAKANG
Untuk membuat objek lebih bermakna dan bernilai.


C. MAKSUD DAN TUJUAN
Agar membuat objek terlihat bagus dan lebih dianggap memiliki skill dalam mengambil objek
D. ALAT DAN BAHAN
  1. kamera DSRL
E. JANGKA WAKTU PELAKSANAN

Mensetting semuanya hanya membutuhkan kisaran waktu 3-5 menit.


F. PEMBAHASAN


 1.Setting iso terlebih dahulu Sesuai cahaya ruang
  
http://i2.wp.com/belfot.com/wp-content/uploads/2012/09/20110805-nd7jkft7meb2jw8tbgqqmhsxf4.jpg?resize=193%2C155















2.Setting Shutter Speed Sesuai cahaya ruang
 

 









 3.Setting Diafragma Sesuai cahaya ruang












 
4.Lalu Coba Dan Jika tidak bagus maka harus disetting sesuai temperatur suhu dan cahaya
 

HASIL YANG DIDAPATKAN


https://addinosaurus.files.wordpress.com/2010/09/image014.jpg?w=510


G. KESIMPULAN
Kesimpulan yaitu ketika mengambil objek harus dengan teliti dan seringlah mencoba walaupun itu gagal dan memahami tentang menu pada kamera


REFERENSI

FOTOGRAFI part 2

Senin,14 Januari 2017

   Assaamuaaikum.wr.wb
yakk bertemu lagi dengan blog yang sederhana  ini dan semoga tidak membosankan,kali ini saya akan memaparkan tentang FOTOGRAFI,


apa itu fotografi?

Fotografi adalah seni atau suatu proses penghasilkan gambar dan cahaya yang dipantulkan oleh objek masuk ke lensa kemudian diteruskan kebidang film,sehingga menghasilkan gambar.

Sejarah Fotografi

Th 1614, Angelo Sala menggungakan perak nitrat yang dibakar oleh sinar matahari dengan kertas dibungkus. Penemuan dengan efek sinar matahari ini dianggap kurang berguna oleh ilmuwan lain. Th 1717, Johann Heinrich Schulze, profesor german yang menggunakan botol berisi perak nitrat dan kapur secara tidak sengaja ada dekat jendela. Campuran ini membuat menjadi gelap dengan seagian berwarna putih dan membuat garis pada botol. Seorang ahli kimia, Carl Wilhelm Scheele menemukan ammonia larut dalam perak nitrat tetapi bukan partikel gelap. Penemuan ini membuat untuk menstabilkan suatu gambar perak nitrat, ini dianggap sebagai penemuan eksperimen fotografi. Tidak lama kemudian th 1800 Thomas Wedgwood menangkap gambar dengan kamera obskura. Sayang Wedgwood keburu meninggal pada uisa 34 th 1805. "Boulevard du Temple", daguerreotype dibuat olehLouis Daguerre dalam th 1838 sebagai awal dari foto pertama dengan ada orang di dalam foto. Th 1816 Nicéphore Niépce menggunakan kertas yang dibungkus perak nitrat berhasil membuat foto dengan kamera yang kecil.

Jenis Jenis Kamera 

Jenis-jenis kamera beserta ciri,kelebihan dan kekurangannya

Jenis-Jenis Kamera

  1. Compact digital
prosumer
Kamera jenis ini merupakan kamera digital paling simpel. Dengan ukurannya yang tidak telalu besar dan pas di kantong atau biasa disebut kamera saku, menjadikan kamera ini banyak dipilih untuk pengguna yang membutuhkan kamera yang hanya sekedar mendapat foto saja. Dengan fitur standar namun memiliki mobilitas tinggi. Kamera ini juga tidak mempunyai shoot mode dialer.
Biasanya untuk menekan harga kamera ini memiliki dua jenis input bateri, batre AAA atau pun bateri bawaan yang bisa di charge. Yang menggunakan bateri AAA harganya jauh lebih murah.
Cocok digunakan pada Event indoor, Event outdoor yang tidak terlalu mengandalkan zoom, dokumentasi standar, Anda yg memiliki mobilitas tinggi & tidak mau repot.
Ciri-cirinya     :
  1. Ada mode exposure manual
  2. Berukuran sensor besar
  3. Dapat memilih format foto RAW
  4. Punya hotshoe untuk dudukan flash external/aksesoris
  5. Bodi kamera biasanya lebih besar dari biasanya.
Kelebihan       :
  1. Sensor Yang Lebih Kecil
  2. Ukuran Lebih Kecil Dan Mudah Dibawa Keman-Mana
  3. Harga Terjangkau
Kekurangan   :
  1. Auto Focus Yang Lambat
  2. Kualitas gambar yang kurang bersih
  3. Kualitas rentang dinamis yang kurang baik
  1. Prosumer
kamera-compact-digitalKata “prosumer “ diambil dari PROfesional dan conSUMER. Kamera  yang berjenis “point and shoot” ini mempunyai fitur lebih lengkap dibandingkan dengan kamera saku, antara lain pengaturan exposure dan iso secara manual. Ada beberapa orang yang menggunakan kamera jenis ini untuk memulai belajar fotografi karena dirasa lebih praktis dan fungsional daripada kamera DSLR.
ciri-ciri                        :
  • Kamera prosumer terdiri dari dua jenis, yaitu Kamera prosumer berbentuk Kamera digital SLR (DSLR-like) yang juga disebut Bridge Camera
  • dengan lensa tetap yang tak dapat dilepas, sedangkan MILC walaupun lensanya dapat dilepas, tetapi tidak memiliki Cermin Reflex dan tentunya juga tidak memiliki Optical Viewfinder dan sebagai gantinya dipakai Electronical Viewfinder atau layar LCD saja.
Kelebihan      :
  • Kamera digital prosumer memiliki bodi mirip kamera DSLR dan berlensa panjang namun tidak bisa dilepas-pasang layaknya lensa pada kamera DSLR.
  • Untuk ukuran lingkaran lensa, prosumer cenderung lebih kecil dari pada DSLR dan lebih besar dari compact.
  • Untuk fitur, kamera prosumer menyerupai DSLR. Setingan programnnya bisa diatur secara manual. Aperture/diafraghma, ISO dan Shutter Speed bisa diatur secara manual.
  • Dengan kemampuan dan tekhnologi yang ada, prosumer dianggap lebih praktis untuk fotografi sehari-hari.
Kekurangan   :
  • Sensor prosumer yang lebih kecil disbanding DSLR berakibat kualitas hasil foto tidak bisa sebaik kamera DSLR
  • Kecepatan auto focus dan jeda antar satu foto dengan foto selanjutnya juga
  • merupakan kendala bagi yang membutuhkan moment penting dan cepat.
  1. Bridge Camera
bridgejenis kamera digital prosumer atau disebut juga Bridge CDC (Compact Digital Camera). Jenis kamera ini disebut bridge karena menjembatani pengguna kamera pocket untuk mendapatkan fitur dan kualitas yang lebih baik. Kualitas jenis kamera ini berada diantara kamera pocket dan kamera profesional (DSLR).
Ciri-ciri                       :
  • kemampuan zoomnya yang saat ini sudah melampaui 50x bahkan 60x dan untuk itu diperlukan sistem stabilisasi yang mumpuni, sehingga ada Bridge Camera yang dilengkapi dengan 5-axis Image Stabilization (Pitch, Yaw, Roll, Vertical Shift and Horizontal Shift), sehingga lebih unggul dari pada Sistem Stabilisasi yang dimiliki oleh Kamera digital SLR.
  • Image Stabilization yang unggul juga berguna untuk pengambilan gambar video sambil berjalan dan tentunya juga dapat mengambil foto dengan Kecepatan yang lebih lambat.
Kelebihan      :
  • Punya lensa yang bisa zoom sangat jauh (ideal untuk foto subjek yang jauh seperti burung, atau pemandangan seperti detail gunung dll.
  • Sebagai perbandingannya, lensa kamera superzoom dapat mencapai lebih dari 500mm. Beberapa diantavranya mencapai 1000mm. Sedangkan untuk kamera DSLR kebanyakan 200-300mm dan itu pun perlu membeli lensa zoom telefoto terlebih dahulu.
  • Ukuran dan beratnya lebih ringan dan sedikit lebih kecil
  • Beberapa kamera memiliki kecepatan foto berturut-turut melebihi 10 foto per detik
  • Relatif murah dibandingkan kamera DSLR
Kekurangan :
  • Kualitas foto masih jauh dibandingkan hasil kamera DSLR karena pemakaian sensor foto yang sangat kecil. Kualitas foto yang dihasilkan lebih menyerupai kualitas kamera saku atau ponsel canggih.
  • Karena bukaan lensa biasanya makin kecil saat zooming, maka kita perlu cahaya lingkungan yang terang. Jika cahaya agak gelap, seperti sore hari atau di dalam ruangan, kualitas foto akan sangat menurun. Mengunakan tripod akan sangat membantu di dalam ruangan.
  • Tidak bisa ganti-ganti lensa seperti kamera DSLR
  • Banyak
  1. Consumer DSLR
consumer dslrDSLR bisa ganti lensa, harga relatif kompetitif 4 juta sampe 6 jutaan. Dengan Lensa Kit 18-55, kualitas gambar yang bagus menjadi pilihan anak muda sekarang.
Ciri-ciri        :
  • Bisa Ganti Lensa
  • Memiliki Jenis Body Warna Lebih dari 1
  • Harga Relatif murah 4 – 6 Juta
  • Menggunakan Lensa Kit 18-55mm
Kelebihan      :
o   Lebih Fleksibilitas
o   Gampang Upgradable
o   Kinerja Yang Lebih Baik
o   Kualitas Gambar Lebih Baik
Kekurangan :
  • harganya yang terbilang relatif mahal jika pengguna masih tergolong di dalam kelas  pemula di dunia fotografi
  • lebih besar dan lebih berat dari camdig
  • orang akan merasa sulit untuk mengubah lensa atau terus mengoperasikan banyak tombol.
  1. Microless camera / tlr
microlessHybrid atau Mirorrless ini adalah kamera mirip DSLR tanpa mirror dengan bentuk yg kompak. Biasanya memiliki kemampuan yang sama dengan DSLR dengan sensor 4/3 dan APSC memberikan kualitas gambar yang sama dan bisa ganti lensa memberikan nilai + sendiri. Bentuk kompak + kualitas bagus.
Ciri-ciri        :
  • Ukurannya yang relatif kecil,
  • Beratnya yang ringan,
  • Lensa yang dapat diganti-ganti,
  • Hasil bidikan yang dihasilkan juga tidak jauh beda dengan DSLR,5
Kelebihan      :
memiliki kemampuan yang sama dengan DSLR dengan sensor 4/3 dan APSC memberikan kualitas gambar yang sama dan bisa ganti lensa memberikan nilai + sendiri.
Kekurangan :
gambar dalam jendela bidik dibalik secara horizontal (dari kiri ke kanan) yang mengakibatkan pembingkaian foto yang sulit, terutama bagi pengguna yang belum berpengalaman atau dengan subjek yang bergerak
  1. Semi Pro DSLR
semi proFullframe atau APSH kualitas ga perlu di ragukan dengan harga 20 ~ 50 jutaan. Biasanya sih di gunakan di Studio Foto.
Yang membedakan antara Pro dan Semi Pro adalah kemampuan sensor(CCD) dalam menangkap gambar. Pada DSLR –Pro , CCD sudah mengadopsi 1/1 (terbuk
a penuh). Kemudi
an pada memori D
SLR-Pro sudah menggunakan High Speed Memory. Disamping itu fasilitas fitur-fitur pada kedua jenis ini hampir sama, bisa dioperasikan dengan berbagai pilihan program maupun manual.
Ciri-ciri           :
lensa yang dapat dibuka/diganti, sehingga fotografer dapat memilih lensa sesuai yang diinginkan.
  1. Boutique Camera
butikKamera Butik, Stylish dan Powerfull dengan rata rata menggunakan sensor fullframe ( Leica M9 ) atau APS C ( X100 ) dengan kualitas gambar yg tak perlu di ragukan. Menurut Kai W seorang Fotografer dari Hongkong, Kualitas Kamera Butik lebih bagus dari pada Fullframe DSLR seperti D3S, dan Butik APSC seperti X100 mengalahkan EOS7D dari segi Image Quality menurut DXO Mark dengan bentuk yang Compact. Dengan 69 Juta sa
pa yg mau beli ( Leica M9 ) dan X100 13 Juta dan Harga Lensa Kamera Buik juga mahal.
Ciri-ciri           :
  • rata rata menggunakan
    Sensor Fullframe ( Leica M9 ) atau APS C ( X100 ) dengan kualitas gambar yg tak perlu di ragukan.
  • Harganya cukup mahal
Kelebihan       :
  • Stylish dan Powerfull
  • Kualitas lebih bagus dari pada Fullframe DSLR
Kekurangan   :
  • Harga lensa yang mahal
  1. Medium format DSLR
medium formatKamera Medium Format merupakan kamera yang biasanya menggunakan rollfilm. Besarnya format film pada kamera ini ditentukan oleh panjang foto yang direkam diatas kamera.
Kelebihan       :
kualitas hasil foto yang bisa dicetak dengan ukuran besar, sehingga kebanyakan kamera ini dipakai untuk tujuan komersial atau reproduksi
kekurangan    :
  • harga peralatan yang relatif mahal
  • adanya keterbatasan dalam depth of field (DOF) pada lensa dengan sudut gambar  yang sama

Empat unsur dalam fotografi yang menjadi acuan agar foto kalian terlihat baik. Monggo…
1. pencahayaan

Ada banyak sumber cahaya dalam fotografi. Continous light atau cahaya terus menerus seperti matahari dan Flash light atau cahaya kilat biasanya menggunakan perangkat lain. Menafaatkan cahaya dapat membantu anda menimbul efek dari foto yang anda ambil. Perhatikan juga arah cahaya dimana benda atau objek yang kita ambil gambarnya sedang menghadap atau membelakangi cahaya itu sendiri biasa di sebut back light.
2. sudut pemotretan
                                                                            Angle atau sudut pemotretan adalah faktor lain dalam mengambil gambar. Beda sudut beda pula prespektif yang dihasilkan. Mengambil lebih luas atau zoom, lebih rendah atau lebih tinggi akan menghadirkan sensasi hasil foto yang berbeda-beda pula.
3. komposisi
                                                                     Komposisi merupakan teknik tata letak pengambilan dan menempatkan isi dalam frame tersebut. Dikenal dengan teknik THE RULE OF THIRD dimana anda membagi frame menjadi 9 kotak kecil atau 3 bagian utama. Anda bebas menempatkan mana objek utama mana pendukung gambar. Hasil dari penempatan ini juga akan menghadirkan informasi yang berbeda.
4. momen.
                                                                             Yang terakhir dan memang harus diperhatikan adalah momen. Dalam street photography, News, dan Human Insterest, momen menjadi hal utama. Tak jarang ada momen luar biasa dengan waktu yang sangat singkat dan itu akan menjadi hal yang langka namun memiliki arti yang luar biasa.

Sekian dulu postingan dari saya. Mudah-mudahan bermanfaat bagi anda semua.

Wassalamualaikum wr.wb

Teknik Front Light

Teknik front light dalam fotografi merupakan teknik pencahayaan (lighting) yang memanfaatkan arah cahaya yang datang dari belakang fotografer. Cahaya yang datang saling berhadapan dengan area yang menjadi fokus utama objek foto, sehingga objek akan mendapatkan pencahayaan yang penuh.

Teknik Pencahayaan (Lighting) Dalam Fotografi

Kekurangan yang dimiliki dari penggunaan teknik front light ini yaitu objek utama akan terkesan datar (flat) atau tanpa dimensi. Kelebihan yang dimiliki dengan menggunakan teknik frontlight ini yaitu kita dapat memperoleh informasi warna yang dimiliki oleh objek yang kira potret.

Teknik Oval Light

Teknik oval light dalam fotografi merupakan teknik pencahayaan (lighting) yang memanfaatkan arah cahaya yang datang dari sudut 45º dari posisi fotografer berada atau sekitar 3/4 dari posisi objek yang dipotret. Karakteristik dari teknik oval light ini adalah untuk memunculkan dimensi pada objek tanpa kehilangan karakter warna yang dimilikinya.

Teknik Pencahayaan (Lighting) Dalam Fotografi

Teknik ini banyak digunakan dalam studio dan dikenal dengan nama rembrant light atau lip. Biasanya digunakan reflector untuk membantu dalam memotret dengan teknik pencahayaan ini.

Teknik Side Light

Teknik side light dalam fotografi merupakan teknik pencahayaan (lighting) yang memanfaatkan arah cahaya yang datang tepat dari samping objek, sehingga posisi jatuhnya bayangan berada pada posisi lainnya.

Teknik Pencahayaan (Lighting) Dalam Fotografi

Karakteristik dari teknik side light ini yaitu untuk memunculkan tekstur dari objek yang dipotret. Teknik side light ini juga banyak digunakan untuk foto yang diambil di dalam studio.

Teknik Rim Light

Teknik rim light dalam fotografi merupakan teknik pencahayaan (lighting) yang memanfaatkan arah cahaya yang datang dari belakang objek dengan sudut 1/4 objek, sehingga bagian depan objek akan tampak gelap.
Teknik Pencahayaan (Lighting) Dalam Fotografi

Karakteristik dari penggunaan teknik rim light ini adalah untuk menampilkan bentuk garis atau kontur yang jelas dan kilauan bagian tepi belakang objek yang diportret.

Teknik Back Light

Teknik rim light dalam fotografi merupakan teknik pencahayaan (lighting) yang memanfaatkan arah cahaya yang datang tepat dari belakang objek yang dipotret. Fotografer berhadapan langsung dengan arah datangnya cahaya (objek membelakangi sumber cahaya).

Teknik Pencahayaan (Lighting) Dalam Fotografi

Teknik back light ini sering digunakan untuk memotret foto siluet (seperti foto petani yang saya potret di atas). Karena tujuan dari penggunakan teknik back light adalah untuk memunculkan bentuk objek secara kesuluruhan yang utuh.

Teknik Top Light

Teknik top light dalam fotografi merupakan teknik pencahayaan (lighting) yang memanfaatkan arah cahaya yang datang dari bagian atas objek yang dipotret, sehingga memunculkan kilauan rambut (hair light), terlebih jika sumber cahaya berada agak belakang dari objek.

Teknik Pencahayaan (Lighting) Dalam Fotografi

Teknik top light ini digunakan untuk membuat foto yang bagian atas objeknya memiliki kilauan sehingga menimbulkan kesan yang sangat menarik. Baiasanya digunakan untuk memotret foto butterfly light.

Teknik Ray of Light

Teknik ray of light merupakan teknik yang memanfaatkan karakteristik cahaya, yang muncul karena terobosan melalui awan, debu dan benda lainnya. Untuk dapat melihat pencahayaan ini, kondisi lingkungan atau tempat jatuhnya sinar harus memiliki background yang gelap.

Teknik Pencahayaan (Lighting) Dalam Fotografi

Ray of light mudah ditemukan pada waktu pagi hari berkabut atau berasap. Saya sendiri senang memotret dengan teknik ray of light ini, untuk dapat menemukannya dengan mudah yaitu ketika matahari hendak terbenam di mana kondisi cuaca yang agak mendung.




Sekian dulu postingan dari saya. Mudah-mudahan bermanfaat bagi anda semua.

Wassalamualaikum wr.wb

Jenis Jenis Lensa

13 Januari 2017

Jenis-Jenis Lensa Kamera DSLR Dan Fungsinya

A.PENGERTIAN
Lensa atau sering disebut kanta adalah sebuah alat untuk mengumpulkan atau menyebarkan cahaya, biasanya dibentuk dari sepotong gelas yang dibentuk. Alat sejenis digunakan dengan jenis lain dari radiasi elektromagnetik juga disebut lensa, misalnya, sebuah lensa gelombang mikro dapat dibuat dari "paraffin wax".
B.MAKSUD DAN TUJUAN 
Agar pembaca dapat lebih mengerti dan menambah wawasan dan tau tentang macam macam lensa 
C.PEMBAHASAN      

Nah dibawah ini akan saya jelaskan beberapa jenis lensa DLSR/SLR beserta fungsinya :

1. LENSA KIT / LENSA NORMAL

Lensa ini memiliki ukuran 50-55mm. Lensa ini menghasilkan gambar dengan karakter normal/natural, seperti apa yang dilihat oleh mata kita.
Lensa KIT / Lensa NORMAL
Lensa KIT / Lensa NORMAL
Lensa ini berfungsi memetakan citra yang yang terlihat seperti perspektif pandang normal mata manusia. Hal ini didapat karena panjang fokus lensa sebanding dengan jarak diagonal bidang fokal dengan sudut pandang diagonal sekitar 53 derajat.

2. LENSA FIXED / LENSA TETAP
Apa itu lensa Fixed? Lensa Fixed juga sering disebut Lensa Prime karena dalam istilah lensa Prime adalah lawan kata dari Zoom. Lensa Fixed/Prime adalah lensa yang memiliki satu focal length  tunggal/panjang fokus tunggal. Lensa ini memiliki nilai lebih pada ketajaman gambar yang dihasilkannya.
Contoh lensa Fixed/Prime adalah lensa Nikon 35mm f/1.4G, Canon 50mm f/1.8, dll.
Lensa Fixed/Prime
Lensa Fixed/Prime
Dari segi harga lensa Fixed/Prime lebih terjangkau karena lensa jenis satu ini memiliki konstruksi dan mekanisme yang lebih simple dibandingkan lensa lainnya.
Salah satu keunikan yang paling diminati dari lensa ini adalah kualitas bokeh yang dihasilkan sangat bagus.

3. LENSA FISH EYE / LENSA MATA IKAN
Kenapa dinamakan lensa mata ikan? Mungkin karena gambar yang dihasilkan oleh lensa ini berbentuk seperti pandangan mata ikan. Lensa ini merupakan lensa jenis Wide Angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa Fish Eye ini memberikan kepada kita pandangan sebesar 180 derajat.
Lensa Fisheye
Lensa Fisheye
Gambar yang dihasilkan dari lensa ini akan berbentuk sedikit melengkung, menjadi lebih oval dan nampak seperti gepeng.Lensa Fish Eye adalah lensa sudut lebar dengan sudut pandang hemisoeris yang sangat lebar. Sebenarnya lensa ini pertama kali di design untuk kepentingan meteorologi untuk mempelajari barisan awan dan pertama kali di namakan "whole-sky lenses", lensa ini kemudian menjadi semakin populer pada para pecinta fotografi karena distorsi citranya yang khas.

4. LENSA AMBIGUITAS / PRIME LENS

Lensa ini pada awalnya mempunyai arti lensa utama pada sebuah kombinasi sistem lensa. Ketika sebuah lensa digunakan misalnya dengan telekonverter, maka lensa tersebut sering disebut dengan prime lens yang berarti lensa yang utama, sedangkan teleconverter sebagai komponen tambahan saja.
 
Lensa Prime
Lensa Prime
Kebanyakan para pabrikan lensa masih memasarkan produk lensa variabel mereka dengan istilah variable prime sehingga seakan menimbulkan kesan prduk tersebut berupa lensa parfokal.

5. LENSA PARFOKAL
Lensa Parfocal
Lensa Parfocal
Lensa Parfokal adalah lensa yang mempunyai fungsi mempertahankan ketajaman bidang fokusnya walaupun terjadi perubahan pada panjang fokus lensa.

6. LENSA ZOOM
Lensa Zoom adalah lensa yang terdiri dari gabungan lensa standar, lensa wide angle dan lensa tele. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range/jangkauan lensa yang cukup lebar. Lensa zoom terbilang sering digunakan karena pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai yang dibutuhkannya.
Lensa Zoom
Lensa Zoom
Dengan kata lain lensa Zoom meruapakan lensa yang tidak dapat mempertahankan bidang fokus pada saat terjadi perubahan panjang fokus karena posisi bidang fokal juga ikut tergeser, sehingga diperlukan pemfokusan ulang setiap terjadi perubahan pada panjang fokus.

Pada lensa ini panjang fokus dari lensa variabel tidak tunggal, tetapi dapat diubah-ubah pada rentang tertentu dari nilai minimum ke nilai maksimumnya.

7. LENSA TELE

Lensa Tele adalah merupakan kebalikan dari lensa Wide Angle. Lensa ini berfungsi mendekatkan subjek, namun akan mempersepit sudut pandang. Lensa dengan ukuran 70 mm ke atas bisa dikategorikan kedalam lensa jenis ini. 
Lensa Tele
Lensa Tele
Hasil gambar dari penggunaan lensa ini akan membuat pengaburan pada pandangan sekitarnya karena sudut pandangnya yang sempit. Lensa ini lebih sering digunakan oleh para fotografer untuk mengambil gambar jarak jauhn, seperti foto landscape ataupun candid.

8. LENSA WIDE ANGLE

Nah ini dia jenis lensa yang paling saya sukai. Lensa Wide ANgle berguna untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang yang sempit. Ciri khas dari lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil dari ukuran sebenarnya, Dengan lensa jenis ini, kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa kit (standar). Semakin pendek jarak fokusnya maka semakin lebar pandangannya. Lensa ini memiliki panjang fokus lebih pendek daripada lensa normal, sesuai dengan ukuran bingkai citra pada bidang film pada kamera film, maupun dimensi sensor foto pada bidang fokal pada kamera digital.
Lensa Wide Angle
Lensa Wide Angle
Ukuran dari lensa Wide Angle sendiri sangat beragam mulai dari ukuran 17 mm, 24 mm, 28 mm bahkan 35 mm.

9. LENSA MAKRO

Lensa Makro adalah lensa yang dirancang khusus untuk memotret dari jarak dekat. Dengan lensa ini kita dapat mengambil subjek yang berukuran sangat kecil misalnya semut, kita akan dapat menghasilkan gambar semut yang begitu bagus dengan detail gambar yang begitu menawan.
Lensa Makro
Lensa Makro



Nah itulah beberapa jenis lensa dari kamera dslr/slr yang dapat saya sampaikan. Jika ada informasi yang salah silahkan komentar dibawah, karena saya juga masih belajar dalam dunia fotografi yang terus berkembang ini

D.KESIMPULAN
Bahwa kita sebagai orang yang berhobi fotografer, kita harus tau bagian - bagian kamera, Terutama pada jenis jenis lensa yang akan dipakai dan fungsinya

E.REFERENSI 

Sekian pembahasan mengenai jenis jenis lensa,bila ada kesalahan mohon maaf

ANATOMI

MENGENAL LEBIH DALAM JENIS KAMERA(ANATOMI)

Baiklah kali ini saya akan menyampaikan tentang anatomi kamera/jenis kamera dan menu-menu yang terdapat dari kamera.












A.PENGERTIAN
Apa itu Anatomi???
Pengelompokan dan struktur pada kamera agar mudah dipahami.

Apa itu Kamera??? 
Kotak kedap cahaya yang mempunyai lobang untuk meloloskan cahaya dan tempat untuk memasang film.Cahaya yang masuk melalui lobang akan memproyeksikan bayangan dari benda-benda yang terdapat di muka kotak,Sehingga terjadilah gambar latent pada film yang terpasang di kotak.

B.MAKSUD DAN TUJUAN
Agar lebih mendalami tentang fotografi dan memahami anatomi kamera.


Balik Ke Pokok Pembahasan kita.

 Bentuk dan fungsi dari bagian-bagian utama kamera
adalah :
 

1. Jendela Pengamat
Untuk melihat objek yang akan dipotret sehingga kamera dapat diarahkan dengan tepat.
 

2. Tempat memasang Film
Bagian bidang datar untuk menempatkan film. Pada bidang inilah jatuhnya sinar yang diproyeksikan oleh lensa sehingga film dapat menerima dan merekam cahaya/bayangan.
 

3.Lensa
Komponen optik yang bertugas memproyeksikan cahaya / bayangan dari objek yang akan dipotret ke permukaan film.
 

4. Light meter
Komponen untuk mengukur kekuatan sinar.Dipakai dalam pemotretan untuk menentukan besar diafragma atau kecepatan pada suatu kondisi pencahayaan.


5. Diafragma
Komponen yang bertugas mengatur besaran ukuran lobang untuk meloloskan Cahaya dari lensa ke film. Ukuran besar kecilnya diafragma dapat diatur sesuai kebutuhan pencahayaan.Ukuran diafragma ditandai dengan angka f 1.2,1.4,2.8,3.5,4,5.6,8, 11,16, 22, 32. Besar kecilnya diafragma berbanding terbalik dengan angka yang menandainya.
 

6. Kecepatan
Disebut juga dengan Shutter-Speed, alat ini bertugas mengatur tempo pencahayaan. Lamanya film terbuka dan tercahayai diatur melalui kecepatan yang ditandai dengan angka B,1,2,4,8,15,30,60,125,250,500,1000,2000,4000,8000. Pada posisi 1 shutter speed akan membuka selama 1 second, tetapi pada posisi 2,4,8,15,30 dst hal itu berarti 1⁄2 second, 1⁄4 second, 1/8 second, 1/15 ssecond dst.
 

7. Penemu jarak
Merupakan alat untuk menentukan ketepatan fokus atau ketajaman gambar. Kabur atau tajamnya gambar/bayangan yang dihasilkan pada permukaan film tergantung pada ketepatan pengaturan jarak. Apabila jarak tepat maka gambar yang diproyeksikan akan tajam dan sebaliknya bila jaraknya tidak tepat maka gambar yang diproyeksikan akan kabur.


EXPOSURE
Proses pencahayaan (exposure) menyangkut beberapa hal, yaitu bukaan diafragma, kecepatan rana, dan kepekaan film(ISO). Hal ini yang menentukan keberhasilan forografer untuk mendapatkan foto dengan cahaya yang normal, tidak terlalu kelebihan (over exposed) atau kekurangan cahaya (under exposed).
Untuk membantu melakukan pengukuran kita memerlukan alat untuk mengukur kuantitas cahaya sesuai yang dibutuhkan film, yaitu light meter. Pada kamera SLR, terdapat light meter pada badan
kamera.


BUKAAN DIAFRAGMA
Diafragma sebagai jendela lensa yang mengendalikan banyaknya cahaya melewati lensa.
Ukuran diafragma dilambangkan dengan f/angka. Angka yang ada pada lensa adalah : 1,4 ;
2 ;2,8 ;4 ; 5,6 ; 8, dst. Penulisan diafragma yaitu f/1,4.
Hubungan antara angka dengan bukaan diafragma adalah berbanding terbalik.
“Semakin besar f/angka, semakin kecil bukaan diafragma, sehingga cahaya yang masuk
semakin sedikit”.
KECEPATAN RANA
Kecepatan rana adalah cepat lambatnya rana membuka dan menutup kembali. Shutter
speed mengendalikan lama cahaya mengenai film. Cara kerja rana seperti jendela, rana
berada di depan bidang film dan selalu tertutup jika shutter release tidak ditekan, untuk
melindungi bidang film dari cahaya.
Ukuran rana yaitu : 1, 2, 4, 8, 15, 30, 60, 125, 250,50, 1000, 2000, dan B. Angka 1 berarti
rana membuka dengan kecepatan 1/1 detik, dst. Sedangkan B (bulb) kecepatan tanpa
batas waktu.
Hubungan antara angka dengan kecepatan rana membuka dan menutup adalah
berbanding lurus. “Semakin besar angka berarti semakin cepat rana bekerja yang berarti
semakin sedikit cahaya yang masuk. Begitu juga sebaliknya.
Kecepatan rana yang tinggi mengakibatkan efek freezing(membekukan objek yang
bergerak).
Kecepatan rana rendah (<1/30 detik) memberikan efek gerak pada objek.


 Anatomi kamera terdiri atas:
• Badan

• Lensa

1.      BADAN
Adalah bagian yang sama sekali kedap cahaya. Di dalam bagian ini cahaya yang sudah
difokuskan oleh lensa akan diatur agar tepat membakar film.
Untuk kamera untuk tujuan seni fotografi, biasanya ditambahkan beberapa tombol pengatur,
antara lain:
• Pengatur ISO/ASA Film
• Shutter Speed
• Aperture (Bukaan Diafragma)
Jika diperlukan bisa pula ditambah peralatan:
• Blitz (atau lebih umum diebut flash)
• Tripod
• Lightmeter 

   

 2.  LENSA
Berbentuk silinder dan ditempatkan di depan badan kamera. Lensa akan memfokuskan cahaya sehingga dihasilkan bayangan sesuai ukuran film. Lensa dikelompokkan sesuai panjang focal lenght (jarak antara kedua lensa). Focal lenght mempengaruhi besar komposisi gambar yang mampu dihasilkan. Dalam masyarakat umum, lebih dikenal dengan istilah zoom.
Untuk kamera SLR, lensa dilengkapi dengan diafragma yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk sesuai keinginan fotografi.


 C.KESIMPULAN
    Pengertian fotografi dan anatomi kamera adalah suatu gabungan atau struktur bagian bagian kamera dan fotografi adalah melukis/menggambar objek dengan cahaya.


D.REFERENSI

1.https://chaylilkusairi.wordpress.com/2012/03/28/anatomi-kamera/ 
2.Ebook anatomi kamera,lensa,film 
3. https://abdan1blc.blogspot.co.id/


Tehnik Dasar Fotografi

11 Januari 2017

Kali ini saya akan membahas tentang Tehnik Dasar Fotografi, 




A.PENGERTIAN
   Apa itu Fotografi ?
Fotografi adalah seni atau suatu proses penghasilan gambar dan cahaya yang dipantulkan oleh objek
masuk ke lensa kemudian diteruskan ke bidang film, sehingga menghasilkan gambar.


B.MAKSUD DAN TUJUAN
    Untuk mengetahui dasar-dasar dalam fotografi agar menjadi fotografer yang profesional


Mengenal Jenis Kamera
1.View finder kamera

2.View kamera
3.Twin lens camera (Box)
4.S.L.R / Single Lens Reflex
5.Instamatic camera
6.Polaroid kamera
7.Kamera digital



Bagian-bagian kamera
1.Lensa
2.Diafragma
3.Kecepatan /rana /shutter speed
4.Fokus (Pengatur Jarak)
5.Skala tajam (ruang tajam)
6.Film


1. Skala tajam (ruang tajam)

Ada tiga faktor yang menentukan ruang tajam yaitu:
Lensa, masing-masing lensa menghasilkan ruang tajam yang berbeda.Jarak pemotretan, makin jauh objek yang kita fokuskan, makin luas ruang tajamnya.Diafragma, makin kecil lubang diafragma, makin luas ruang tajamnya. Makin besar lubang diafragma, ruang
tajamnya semakin sempit.


Setting Kamera Untuk Melakukan Pemotretan

  • Siapkan Kamera yang akan dipergunakan
  • Bersihkan body kamera dari debu menggunakan brower atau kain planel.
  • Bersihkan lensa kamera dengan lens cleaner (pembersih lensa).
  • Pasang lensa ke body kamera. Perhatikan titik yang ada di lensa dan yang dibody kamera harus saling ketemu kemudian putarlah
    lensa berlawanan arah jarum jam sampai tertedangar bunyi klik.
  • Pasang batu baterei kamera.
  • Pasang pegangan lensa seperti filter dan sun cup

  2.Lensa


Menurut macamnya dikenal
1) lensa normal,
2) lensasudut lebar, dan
3) lensa tele.
Lensa normal adalah lensa yang sudut pandangnya serupa mata kita. Jarak antara lensa dengan film normal = 50mm. Sudut lebar adalah lensa yang panjang fokalnya lebih
kecil dari normal. Dan lensa tele adalah lensa yang panjang fokalnya lebih besar dari normal.Gabungan dari ke tiga lensa disebut lensa zoom (zoom
lens).Selain itu masih ada lensa tambahan seperti lensa makro,
lensa C.U dan lain-lain


3. Diafragma


Diafragma adalah sejumlah lempengan-lempengan baja yang dapat diatur, sehingga lubang menjadi besar atau kecil(≈ pupil mata). Bilangan diafragma disebut stop biasanya disingkat F, contohnya : F4 ,F5, F8 dan seterusnya.
Diafragma bisa diatur dengan merubah angka skala diafragmanya yang terdapat pada gelang yang melingkar pada lensa dengan angka-angka 1,4. 2,8 . 4,5 . 6,8. 1,1.16.



4. Kecepatan /rana /shutter speed


Rana (/speed) adalah sejenis tirai yang dapat dibuka selama waktu tertentu .
Fungsi rana atau kecepatan adalah sebagai alat pembuka dan penutup masuknya cahaya ke bidang film serta untuk melindungi film dari cahaya.
Biasanya angka kecepatan pada kamera tertulis T.B, 1.2, 4, 8, 15, 30,60, 125, 250, 500, 700, 1000, dan sebagainya. Angka-angka 1.2, 4,8,15 menunjukkan lamanya waktu membuka kecepatan 1 detik, 1/4 detik, 1/8 detik, 1/15 detik dan seterusnya.T: time, bila tombol kecepatan ditekan akan membuka dan kalau ditekan lagi akan menutup.B: Bulb, bila tombol kecepatan ditekan akan membuka dan jika dilepas akan menutup.T dan B : dipergunakan untuk pencahayaan lebih dari 1 detik.



5.Fokus (Pengatur Jarak)
Fokus adalah pengaturan lensa yang tepat untuk jarak tertentu. Untuk menajamkan gambar pada bidang film kita perlumengatur jarak atau fokus pada kamera dengan caramemutarnya lalu melihatnya pada jendela bidik.Untuk memfokuskan gambar pada kamera ada
beberapa macam: kaca buram, gambar geser, gambarrangka, micro prisma.



 C.KESIMPULAN

    Jadi,Fotografi adalah seni atau suatu proses penghasilan gambar dan cahaya yang dipantulkan oleh objek masuk ke lensa kemudian diteruskan ke bidang film, sehingga menghasilkan gambar.

D.REFERENSI
   1.Ebook Teknik Dasar fotografi
   2.http://anita-handayani.blogspot.co.id 

Sekian pemaparan daritehnik dasar fotografi,kurang lebohnya mohon maaf.

Tips Komposisi agar Foto Lebih Menarik


Selasa,11 Januari 2017

jumpa lagi dengan blog saya yang sederhana ini,kali ini saya akan memberikan tips Komposisi agar makin keren,tentunya kalian penasaran kan?yak langsung saja pembahasannya

 Tips Komposisi Agar Foto Makin Keren





  1. Tarik perhatian ke arah subyek utama dalam foto. Manfaatkan warna, bentuk, cahaya atau garis supaya foto tampak kuat dan menyedot perhatianSedot Perhatian
  2. Sederhana, makin sederhana susunan foto anda makin kuat kesan yang ditimbulkan simpel
  3. Kurangi elemen yang tidak seirama. Jika menurut anda ada elemen tertentu yang merusak irama dan keharmonisan foto, singkirkan – tutupi – atau pindahkan sudut pemotretan supaya elemen tersebut hilang irama
  4. Penuhi seluruh isi frame dengan obyek utama. Kadang foto yang kuat kesannya adalah foto yang tanpa background sama sekali Penuhi Frame
  5. Jangan biarkan ruang kosong mendominasi foto. Manfaatkan komposisi framing, baca lebih jauh disiniruang
  6. Cek daerah disekitar garis frame, jangan biarkan ada tangan, kaki atau bagian penting obyek terpotong tanpa alasan kuat
  7. Maksimalkan penggunaan point of view (titik pandang) yang menarik, jangan melulu memotret dari depan subyek Point of view
  8. Jangan lupa rules of thirds. Tarik garis imajiner yang membagi foto menjadi 9 bagian sama besar. Tempatkan obyek utama di persimpangan garis-garisnyarule of third
  9. Saat memotret orang, usahakan selalu agar mata berada diatas garis tengah foto komposisi mata
  10. Bagian paling terang dalam foto adalah bagian yang paling menyedot perhatian mata. Taruh obyek utama disana Sandcastle on Morro Strand State Beach, with Morro Rock visible in background, after sunset 24 Aug 2009
  11. Background lah yang memperkuat kesan. Jadi jangan biarkan background mematikan obyek utama. Baca lebih jauh tentang background disini.2985066755_a23e402f28_m
  12. Memotret secara horisontal memperkuat kesan lebar dan secara vertikal memperkuat kesan tinggi
  13. Tajamkan mata untuk mengenali pola yang berulang, manfaatkan  Pola
  14. Tajamkan mata untuk mengenali pola simetri, manfaatkan Simetri
  15. Leading line dan kurva-S selalu menyenangkan dilihat Curve
  16. Untuk memotret anak-anak, jongkoklah. Sejajarkan kamera dengan mata merekaKomposisi anak-anak
  17. Hindari menaruh titik perhatian tepat ditengah-tengah foto
  18. Hindari meletakkan garis horison tepat di tengah foto, usahakan horison ada di sepertiga atas atau bawahDelineated
  19. Jangan biarkan garis horison menabrak bagian obyek yang penting
  20. Cek, cek dan cek lagi sesaat sebelum memencet shutter. Pastikan apa yang tampak di viewfinder sesuai keinginan anda 




sekian penjelasan tentang tips komposisi agar lebih menarik,selamat mencoba 

 Referensi
http://belfot.com/20-tips-komposisi-memotret-foto/